PT Niramas Utama Tbk (Inaco atau JELI) mencatat peningkatan dalam laba bersih yang signifikan dari tahun ke tahun. Dalam artikel sebelumnya, dinyatakan bahwa pada tahun 2025, laba bersih JELI mencapai Rp39,4 miliar – tiga kali lipat lebih besar dibandingkan dengan sekitar Rp16,7 miliar pada tahun 2022. Hal ini menandakan pertumbuhan yang signifikan dalam operasional dan produksi perusahaan.
Pertumbuhan laba bersih tersebut telah membuat JELI semakin dekat dengan prospek penawaran umum perdana saham (IPO). Dalam prospektus IPO, JELI menetapkan harga akhir pada saham Rp900, yang diprediksi akan meraup dana sebesar Rp315 miliar. Jelang IPO, laba bersih perusahaan naik menjadi lebih dari Rp30 miliar dibandingkan dengan peningkatan dari 2022 di kisaran Rp16-17 miliar.
Perkembangan ini juga didukung oleh peningkatan dalam penjualan dan produksi. JELI mencatat peningkatan penjualan neto sebesar Rp870 miliar pada periode pertama tahun 2026, naik dari Rp744 miliar pada periode yang sama di tahun lalu. Penjualan produk buah juga tumbuh signifikan dengan nilai total mencapai Rp854,2 miliar, meningkat dari sekitar Rp731,1 miliar pada kuartal I/2025.
Produk ayam beku JELI mengalami penurunan penjualan namun masih tetap berada di angka 16-17 miliar. Namun, hal ini tidak mempengaruhi perkembangan laba bersih yang terus naik, yang mencakup peningkatan dalam persediaan dan pembelian perusahaan.
Kendati demikian, JELI harus berhati-hati dalam mengelola pendapatan dari pembelian pemasok. Manajemen telah menyatakan bahwa untuk tahun 2025-26 tidak ada pembelian kumulatif yang melebihi 10% dari total penjualan.
Ketegangan ini menunjukkan bahwa JELI terus berusaha untuk memberikan hasil operasional yang lebih baik dan dapat dipercaya, dengan laba bersih naik hingga Rp39 miliar di tahun 2025, memperdebatkan perusahaan pada posisi yang ideal untuk prospek IPO mendatang.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** JELI
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Senin, 13 Juli 2026 16:05:00 WIB*