Pada Rabu, 9 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sekitar 1% menjadi Rp5.974,83 dari level awal perdagangan. Salah satu saham yang mencatatkan arus dana asing masuk (net buy), yaitu PT Bank Central Asia Tbk atau BCA, menempatkannya di kisaran Rp6.000 per lembar. Sebaliknya, sejumlah saham lain mengalami penurunan, terutamanya setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sebesar 1,62% pada Rabu, 24 Juni 2026. Penurunan tersebut diiringi oleh tekanan dari saham-saham energi serta IPO RANS Incar dana Rp429 miliar.
Saham yang mencatatkan arus dana asing masuk (net buy) ini menunjukkan keadaan pasar saham Indonesia pada periode tersebut. Sementara itu, beberapa saham lain seperti PT Bank Mandiri Tbk atau BMRI juga mengalami penurunan sekitar 0,5% pada Rabu, 24 Juni 2026. Peningkatan arus dana asing ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap beberapa saham yang masih mencatatkan arus dana masuk (net buy). Hal tersebut juga mengindikasikan bahwa pergerakan pasar saham Indonesia pada periode tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti kontrak berjangka saham tunggal atau Single Stock Futures (SSF) yang disebutkan sebelumnya, serta tekanan dari saham-saham energi dan IPO RANS Incar dana Rp429 miliar. Dengan demikian, pergerakan pasar saham Indonesia pada periode tersebut menunjukkan adanya variasi dalam sentimen investor terhadap berbagai saham yang mencatatkan arus dana asing masuk (net buy) dan mengalami penurunan.
Dalam konteks ini, BEI membuka jalur bagi perusahaan besar asing seperti BYD dan Tencent masuk ke pasar saham Indonesia melalui instrumen investasi berupa Single Stock Futures (SSF). Produk SSF memungkinkan produk turunan saham di bursa Hong Kong dapat diperdagangkan di bursa Indonesia. Pada Rabu, 9 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sekitar 1% menjadi Rp5.974,83 dari level awal perdagangan.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** BCA
*Tanggal Source Berita: Senin, 13 Juli 2026 19:05:05 WIB*