PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), perusahaan yang berpusat pada industri batu bara, kini menerapkan strategi transformasi menjadi perusahaan teknologi dan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) terlengkap di Indonesia. Transformasi ini disambut dengan rekomendasi beli (BUY) dari Tim Riset Pluang, yang mengangkat DSSA menjadi saham yang menjanjikan potensi kenaikan hingga 40,5% dari harga penutupan sebelumnya pada level Rp 815 per saham.
DSSA telah menciptakan tiga pilar utama dalam transformasinya ini: dompet digital DANA yang mengelola lebih dari 200 juta pengguna, pusat data hyperscale SMX01, serta portofolio panas bumi berkapasitas 480 megawatt (MW).
Transformasi DSSA tidak hanya berfokus pada batu bara. Anggota tim Riset Pluang mengungkapkan bahwa sepanjang tahun buku 2025 (FY25), GEMS, produsen batu bara terbesar keempat di Indonesia berdasarkan cadangan, menyumbang hampir sepuluh puluh persen pendapatan DSSA. Strategi perusahaan telah mengalihkan arus kas dari bisnis batu bara tersebut ke dalam transisi multi-tahun yang menuju energi hijau.
Pembangunan kapasitas panas bumi sebesar 480 MW di berbagai lokasi, termasuk Cipanas, Cisolok–Cisukarame, Jambi, Sumatra Barat, Sulawesi Tengah, dan Nage, serta pabrik sel dan modul surya terintegrasi dengan Trina Solar dan PLN yang diproyeksikan akan meningkatkan pendapatan panas bumi dari US$ 316,9 ribu pada FY25 menjadi US$ 83,7 juta pada FY30F.
DSSA telah menerapkan reinvestasi strategis untuk batu bara ke arah diversifikasi laba jangka panjang yang berorientasi pada prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Hal ini menunjukkan bahwa setiap US$ 1 arus kas operasional dari bisnis batu bara tersebut akan diterapkan kembali ke dalam investasi di infrastruktur dan teknologi digital.
DSSA telah menerapkan strategi untuk menjadi perusahaan AI yang terlengkap, dengan potensi kenaikan hingga 40,5% dari harga penutupan sebelumnya. Transformasi ini menunjukkan bahwa DSSA telah bergerak ke arah yang lebih maju dalam industri teknologi dan digitalisasi, meninggalkan bisnis batu bara yang mempromosikannya sebagai ‘bola salju’ untuk perusahaan tersebut.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** DSSA
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Senin, 13 Juli 2026 12:47:00 WIB*