Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Singapura menutup perdagangan Senin (13 Juli 2026) menguat hampir 0,5% menjadi S$70,80 setelah saham DBS Group Holdings Ltd. mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di S$70,80. Reputasi DBS sebagai emiten terkaya dan bank terbesar di Singapura telah semakin memperkokoh posisinya di STI. Kenaikan saham DBS menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan IHSG.
DBS, yang memiliki jaringan bisnis di 19 pasar, termasuk Hong Kong, China, Taiwan, India, dan Indonesia melalui PT Bank DBS Indonesia, telah mencatatkan kapitalisasi pasar di atas S$200 miliar atau sekitar US$154,8 miliar. Reputasi perusahaan tersebut membuatnya menjadi salah satu konstituen utama STI.
Optimisme investor terhadap pertumbuhan laba dan pendapatan bunga bersih (NII) serta bisnis pengelolaan kekayaan semakin memperkuat posisi DBS. Penguatan saham DBS juga disambut positif oleh pasar, yang mencakup dua bank lain di Singapura, Oversea-Chinese Banking Corp. (OCBC) dan United Overseas Bank (UOB).
Dengan kinerja keuangan yang stabil dalam periode 2026, terutama pada kuartal I 2026 yang mencatatkan laba bersih sebesar S$2,93 miliar, DBS mempertahankan posisinya sebagai salah satu bank paling bernilai di Singapura.
Penguatan saham dan keuangan DBS dinantikan pengumuman kinerja keuangan kuartal II 2026 yang dijadwalkan pada 6 Agustus mendatang. Pengumuman tersebut diperkirakan akan menambah optimisme pasar terhadap perkembangan bisnis DBS dan mungkin berdampak positif pada IHSG.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** DBS
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Selasa, 14 Juli 2026 06:00:00 WIB*