BEI Dorong Perusahaan Ekonomi Kreatif Melalui IPO

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengajukan rencana kerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk menarik lebih banyak perusahaan dari industri kreatif mencatatkan saham perdana di pasar modal. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa langkah ini bertujuan memperluas diversifikasi sektor emiten dan memberikan akses pendanaan baru bagi perusahaan-perusahaan dalam bidang industri kreatif.

Jeffrey melanjutkan bahwa proses ini tidak lagi berfokus pada papan pencatatan tertentu, tetapi lebih kepada analisis proyeksi bisnis serta pengembangan regulasi pasar modal yang kompatibel dengan kebutuhan dari perusahaan-perusahaan tersebut. Diharapkan langkah ini dapat memberikan manfaat bagi investor, baik ritel maupun institusi, yang memiliki peluang untuk menjadi pemegang saham perusahaan kreatif dalam sektor tertentu.

Selama tahun 2026 hingga akhir bulan Juli, BEI telah mencatat empat perusahaan calon yang berpotensi melakukan IPO. Diantaranya adalah dua perusahaan dari bidang barang baku dan dua perusahaan yang berada di sektor kesehatan, dengan nilai aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.

Dengan kerja sama ini, BEI berkomitmen untuk memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, terutama di sektor ekonomi kreatif, agar semakin siap memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan. Ini merupakan langkah penting dalam upaya BEI untuk meningkatkan jumlah perusahaan yang melantai di pasar modal dan mengikuti tren global dengan menarik lebih banyak emiten dari sektor-sektor terkini seperti industri kreatif.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Senin, 13 Juli 2026 18:30:00 WIB*