PT Allo Bank Indonesia Tbk telah memutuskan untuk mengeluarkan dividen sebanyak Rp286,97 miliar atau setara 50% dari laba bersih yang dicatat pada tahun buku 2025. Pembagian ini merupakan bagian penting dalam strategi perusahaan untuk meningkatkan penampungan dana pihak ketiga (DPK). Kondisi ini dinilai berpotensi mendorong sebagian investor mengalihkan penempatan dana dari deposito ke pasar saham. Dividen yield beberapa saham di Bursa Efek Indonesia sekitar 5%-8%, setelah dipotong pajak dividen sebesar 10%. Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusfa menilai bahwa dividend yield bukan merupakan return yang pasti seperti bunga deposito. Sementara itu, Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede menambahkan bahwa saham dividen masih terlihat lebih menarik dibandingkan deposito, terutama emiten yang memiliki latar belakang fundamental kuat.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** ALLO
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Senin, 13 Juli 2026 19:48:10 WIB*