Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
JECX kembali terkoreksi pasca IPO. Simak broker paling aktif, order book, profil emiten, serta analisis teknikal dan prediksi saham JECX.
KABARBURSA.COM – Saham PT JEC Eye Hospitals and Clinics Tbk (JECX) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Jumat, 10 Juli 2026. Setelah sempat mencatat reli signifikan pada dua hari pertama pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham emiten rumah sakit spesialis mata itu melanjutkan koreksi dan ditutup melemah 13,86 persen ke level Rp1.430 per saham.
Sebagian investor memilih merealisasikan keuntungan setelah lonjakan harga pada awal perdagangan. Hal ini terlihat dari data broker summary yang memperlihatkan distribusi saham masih berlangsung. Sementara, akumulasi baru belum mampu mengimbangi derasnya tekanan jual.
Sepanjang perdagangan Jumat, JECX mencatat nilai transaksi mencapai Rp255,64 miliar dengan volume 1,77 juta lot dan frekuensi transaksi sebanyak 275.519 kali. Saham sempat bergerak di rentang Rp1.415 hingga Rp1.545 sebelum akhirnya ditutup di Rp1.430.
Meski terkoreksi, harga tersebut masih berada sekitar 14,4 persen di atas harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp1.250 per saham.
Pergerakan harga JECX sejak IPO menunjukkan volatilitas yang tinggi. Pada 7 Juli, saham naik dari harga IPO menjadi Rp1.560. Sehari berikutnya, harga kembali melonjak ke Rp1.950 atau naik 25 persen.
Tekanan jual mulai muncul pada 9 Juli, ketika saham terkoreksi 14,87 persen ke Rp1.660. Koreksi berlanjut pada Jumat dengan penurunan 13,86 persen ke Rp1.430. Meski demikian, harga penutupan masih berada di atas level IPO sehingga investor awal masih membukukan keuntungan.
Dilihat dari data broker summary periode 7–10 Juli, aktivitas akumulasi terbesar berasal dari beberapa broker. Trimegah Sekuritas Indonesia (LG) menjadi pembeli bersih terbesar dengan nilai sekitar Rp95,2 miliar. Disusul Sucor Sekuritas (AZ) sekitar Rp3,8 miliar, dan Mandiri Sekuritas (CC) sekitar Rp2,9 miliar.
Di sisi lain, tekanan distribusi didominasi Evergreen Sekuritas Indonesia (EL) sekitar Rp37,1 miliar. Disusul Waterfront Sekuritas Indonesia (FZ) sekitar Rp15 miliar dan Semesta Indovest Sekuritas (MG) sekitar Rp14,3 miliar.
Sementara itu, data transaksi asing memperlihatkan tekanan jual masih cukup besar.
Pada 8 Juli investor asing masih membukukan pembelian bersih sekitar Rp9,75 miliar. Namun sehari kemudian berubah menjadi jual bersih Rp5,72 miliar, dan pada 10 Juli kembali mencatat net sell sekitar Rp2,71 miliar.
Secara kumulatif se… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Minggu, 12 Juli 2026 15:00:05 WIB*