Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Sebelum melakukan transaksi harian tersebut, jumlah saham PGAS yang dikantongi oleh yang bersangkutan tercatat sebanyak 50 ribu unit lembar saham.
KABARBURSA.COM – Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN (PGAS), Mirza Mahendra menambah porsi kepemilikan sahamnya pada emiten infrastruktur gas bumi pelat merah tersebut.
Merujuk data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu, 12 Juli 2026, Mirza mengeksekusi aksi beli saham PGAS dengan volume transaksi sebanyak 20 ribu unit lembar saham di harga Rp1.450 pada 10 Juli 2026.
Aksi akumulasi beli secara berkala tersebut secara otomatis mengerek total kepemilikan saham Mirza pada emiten anak usaha Pertamina ini menjadi lebih tebal.
Sebelum melakukan transaksi harian tersebut, jumlah saham PGAS yang dikantongi oleh yang bersangkutan tercatat sebanyak 50 ribu unit lembar saham.
Setelah penyelesaian transaksi pembelian reguler ini, akumulasi kepemilikan Mirza merangkak naik menjadi total sebanyak 70 ribu unit lembar saham.
Meskipun mengalami peningkatan jumlah lembar secara nominal, persentase hak suara bersangkutan sebelum dan setelah transaksi tercatat masih berada di level 0,00 persen serta tidak mengubah status pengendali perseroan.
Adapun pada perdagangan terakhir pekan ini atau Jumat, 9 Juli 2026, harga PGAS ditutup menguat sebesar 4,64 persen atau naik 65 poin ke level Rp1.465.
Tren penguatan jangka pendek ini sekaligus mempertebal kinerja investasi perseroan dalam skala satu pekan terakhir. Dalam basis mingguan tersebut, saham PGAS membukukan pertumbuhan positif sebesar 5,40 persen dengan rentang pergerakan harga di kisaran Rp1.390 hingga Rp1.480.
Meskipun melaju positif dalam kurun waktu sepekan, performa saham PGAS dalam rentang waktu jangka menengah terpantau masih terjebak di zona merah. Pada periode satu bulan terakhir, saham ini mencatatkan penurunan tipis sebesar minus 2,33 persen dengan area fluktuasi harga antara Rp1.350 sampai Rp1.615.
Tekanan jual yang lebih masif terlihat pada periode tiga bulan terakhir dengan koreksi mencapai minus 19,51 persen pada rentang Rp1.350 hingga Rp1.970, serta penurunan sebesar minus 25,82 persen pada periode enam bulan terakhir di kisaran harga Rp1.350 hingga Rp2.520.
Akibat tekanan jual pada pertengahan tahun tersebut, kinerja saham PGAS sepanjang tahun berjalan (Year-to-Date/YTD) masih membukukan rapor merah dengan akumulasi penurunan sebesar minus 23,30 persen di rentang harga Rp1.350 menuju Rp2.520…. [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Minggu, 12 Juli 2026 12:03:48 WIB*