Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencatatkan empat perusahaan yang berada dalam antrean untuk melangsungkan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) hingga akhir Juli 2026. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, menyatakan bahwa masih terdapat empat perusahaan dalam antrean pencatatan saham di pasar modal Indonesia. Sampai 10 Juli 2026, telah tercatat delapan perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan total dana mencapai Rp2,16 triliun. Dari empat perusahaan tersebut, dua berada pada skala aset lebih dari Rp250 miliar dan dua lainnya berada pada skala kecil kurang dari Rp50 miliar. Klasifikasi skala aset ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017. Sementara itu, empat perusahaan dalam antrean IPO termasuk dua dari sektor kesehatan dan satu perusahaan dari sektor barang konsumen primer. Selain itu, telah terdapat penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) senilai Rp100,12 triliun dan 12 emisi EBUS sedang berada dalam antrean untuk menerbitkan emisi baru. Sementara itu, ada empat perusahaan yang telah melangsungkan aksi rights issue sebesar Rp3,89 triliun hingga akhir Juli 2026.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Minggu, 12 Juli 2026 09:26:04 WIB*