PT Bank Central Asia Tbk (BCAA), atau lebih dikenal dengan nama sahamnya, BCA, telah melanjutkan perjalanan rendah setelah mengalami aksi jual beruntun di pasar keuangan. Saham ini secara historis sudah melemah sebesar 6,33% pada perdagangan Rabu (1 Juli 2026), yang terjadi tepat setelah akses net sell saham mencapai Rp8,6 miliar pada pukul 09:18 WIB. Selama periode tersebut, BCA juga mengalami penurunan sebesar 6,33% pada perdagangan Jumat (27 Juni 2026). Perubahan yang terjadi dalam saham BCA ini menunjukkan bahwa investor asing telah membeli kembali, dengan akumulasi net buy mereka mencapai Rp1.368 miliar di periode satu bulan sebelumnya. Dalam konteks global, pernyataan tersebut juga menyoroti mekanisme investasi pasif melalui Exchange Traded Fund (ETF) EIDO dari BlackRock Inc., yang telah memainkan peran penting dalam penentangan aksi jual beruntun terhadap BCA. Ini membawa dampak positif bagi saham BCA, yang telah mencatatkan penurunan beruntun sebelumnya dan menunjukkan bahwa trend ini mungkin akan mereda atau bahkan mengalami perbaikan.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BCAA
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Senin, 13 Juli 2026 05:46:15 WIB*