Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat enam perusahaan baru melantai di pasar modal sepanjang pekan Senin (06/07/2026) hingga Jumat (10/07/2026).
Penambahan emiten tersebut turut mewarnai kinerja perdagangan saham yang mayoritas bergerak positif, ditandai dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kenaikan kapitalisasi pasar, serta meningkatnya frekuensi dan volume transaksi.
Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan selama sepekan BEI menggelar seremoni pencatatan saham bagi enam perusahaan yang resmi menjadi emiten baru di Bursa.
“Pada pekan ini, BEI menyambut pencatatan enam Perusahaan Tercatat baru, yaitu PT Niramas Utama Tbk (JELI), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), dan PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), melalui seremoni pencatatan saham yang diselenggarakan di Main Hall BEI,” ujar Kautsar dalam keterangannya Jumat.
Baca juga: Haji Isam Muncul di IPO RANS, Raffi Sebut Jadi Mentor dan Investor
Pada perdagangan Selasa (07/07/2026), PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) resmi mencatatkan saham perdana di BEI sebagai perusahaan tercatat ke-2 dan ke-3 pada 2026.
JELI yang dikenal melalui merek INACO bergerak di industri makanan dan minuman serta menghimpun dana sebesar Rp 239,40 miliar melalui pencatatan di Papan Pengembangan.
Sementara itu, JECX yang bergerak di bidang layanan rumah sakit spesialis mata mencatatkan saham di Papan Utama dengan nilai penghimpunan dana mencapai Rp 609,97 miliar.
Selanjutnya, pada Rabu (08/07/2026), PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) resmi mencatatkan saham sebagai perusahaan tercatat ke-4 dan ke-5 pada tahun ini.
BACH bergerak di bidang solusi energi dan infrastruktur telekomunikasi terintegrasi menghimpun dana Rp 271,83 miliar melalui Papan Utama.
Adapun EMMI, perusahaan penyedia alat kesehatan yang berdiri sejak 2000, mencatatkan saham di Papan Pengembangan dengan perolehan dana Rp 245,74 miliar.
Pada Kamis (09/07/2026), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), anak usaha Prodia Group yang bergerak di bidang produksi dan perakitan alat kesehatan diagnostik in vitro, resmi menjadi perusahaan tercatat ke-6 di BEI pada 2026 setelah menghimpun dana Rp 62,74 miliar.
Sementara itu, Jumat (10/07/2026), PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) melaksanakan pencatatan perdana … [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Sabtu, 11 Juli 2026 16:16:00 WIB*