IHSG Melambatkan Kemarahan: Aksi Jual Asing Terhadap Saham Akuisisi dan Emiten Unggulan

Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Jumat, turun dari level awal pekan di bawah 5.835 menjadi 5.896,1. Penurunan tersebut sebesar 102,9 poin atau setara dengan penurunan sekitar 1,7%. Dengan pergerakan ini, IHSG menguji batas atas level.

Namun, investor asing mencetak transaksi jual bersih (net sell) pada sejumlah saham, menunjukkan bahwa mereka masih memilih untuk keluar dari pasar saham domestik. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI mengungkapkan bahwa investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp 1,31 triliun di seluruh pasar sepanjang pekan.

Berdasarkan data tersebut, tercatat ada beberapa saham yang menjadi korban aksi jual asing, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Pemegang saham asing juga memburu beberapa saham potensial seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Kesimpulannya, penurunan ini dapat dipahami sebagai reaksi pasar terhadap aksi jual asing yang konsisten. Namun, masih ada beberapa saham yang mendapatkan sentimen positif dari investor asing seperti PT Timah Tbk (TINS) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Dengan demikian, IHSG menguji batas atas level setelah turun signifikan. Walaupun terjadi penurunan, masih ada beberapa saham yang menarik minat investor asing sehingga membuat pasar menjadi lebih kompetitif.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** TINS, GOTO
* **Sentimen Negatif:** BBCA, MBMA, INCO, BRPT, BBTN, BBNI, DEWA, ANTM

*Tanggal Source Berita: Sabtu, 11 Juli 2026 20:32:58 WIB*