Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) membantah isu liar di media sosial yang menyebut perseroan menjadi tempat pencucian uang menjelang penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta pada Jumat (10/7/2026).
Penegasan mengenai ketidaksesuaian kabar tersebut dengan fakta disampaikan langsung oleh Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi. Lonjakan valuasi perusahaan disebut terjadi berkat kinerja nyata serta suntikan investasi senilai Rp248 miliar dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) pada tahun 2021.
“Jadi, kalau mungkin tadi masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumor yang ada daripada faktanya yang ada. Itu jawaban dari saya. Karena, katakanlah tahun 2021, itu adalah saat di mana, tadi Pak Tanto (Wakil Direktur Utama EMTK, Sutanto Hartono) katakan EMTK masuk Rp 248 miliar, sejumlah katanya hampir 17-18%. Valuasi saat itu saja sudah Rp 1,3 triliun,” ungkap Cyril dalam konferensi persnya di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Melalui laporan finance.detik.com, nilai valuasi RANS saat ini mengalami pertumbuhan hingga 10 persen dan telah menyentuh angka Rp2 triliun. Langkah emiten melakukan IPO hari ini sekaligus menjadi pembuktian untuk menyangkal rumor negatif yang beredar.
“Which is, itu yang terjadi. Maka saya rasa IPO-nya RANS itu penting untuk menyampaikan apa yang terjadi di emiten ini secara fakta yang ada. Mengikuti ketentuan baik dari Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia,” jelasnya.
Perseroan juga memastikan telah memenuhi seluruh regulasi terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI, termasuk kewajiban keterbukaan informasi bagi pemegang saham di atas 1 persen dan aturan free float minimal 15 persen. RANS sendiri melepaskan sejumlah 2.525.000.000 lembar saham baru atau setara dengan 20,02 persen dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
“Sekraang dalam proses dan berlangsung dan RANS memenuhi syarat tersebut. Singkatnya seperti itu. Jadi, keterbukaan informasi dan jumlah saham yang diperdagangkan RANS lebih dari 20%.
Itu adalah diperdagangkan di Bursa. Mengenai 1% itu jelas keterbukaan kita memenuhi ketentuan yang ada di Bursa,” pungkasnya.
*Tanggal Source Berita: Jumat, 10 Juli 2026 13:44:12 WIB*