PT Prodia Diagnostic Line Tbk atau Prodia Diagnostic Line (PRDL) berencana mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 9 Juli 2026. Ini merupakan aksi initial public offering (IPO) pertama bagi anak usaha dari PT Prodia Widyahusada Tbk, yang merupakan bagian dari sektor Kesehatan dan subindustri Penyedia & Distribusi Perlengkapan Kesehatan. Dengan harga final saham sebesar Rp120 per saham, PRDL akan menjadi emiten ke-6 di Indonesia yang mencatatkan saham pada tahun 2026.
IPO ini dilakukan dengan penjualan total 522,9 juta saham, di mana sekitar 497,9 juta diserahkan kepada publik dan sisanya untuk program Employee Stock Allocation (ESA). Mengenai alokasi dana dari IPO, PRDL telah membagi 61,64 persen untuk melunasi fasilitas pinjaman, sementara sisanya digunakan untuk belanja modal, termasuk pembelian mesin dan alat kalibrasi, kendaraan, serta sistem perangkat lunak (software), dan penambahan modal kerja. Dengan total dana IPO sekitar Rp62,75 miliar setelah menetapkan harga final tersebut, PRDL juga mengeluarkan biaya IPO yang mencakup underwriting fee, management fee, dan lain-lain sebesar 7,79 persen dari total dana IPO.
Dalam hal sentimen saham, PRDL diramalkan akan mendapatkan sentimen positif karena aksi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas tata kelola dan memperkuat bisnis di masa depan. Dengan berbagai alasan tersebut, perusahaan memiliki potensi untuk mencapai pertumbuhan yang agresif dalam jangka waktu mendatang.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** PRDL
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Kamis, 09 Juli 2026 06:41:00 WIB*