Prodia Diagnostic Line Berhasil Melantai di BEI dengan Harga IPO Rp120 per Saham

PT Prodia Diagnostic Line Tbk. (PRDL), anak usaha dari PT Prodia Widyahusada Tbk, resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah menetapkan harga final untuk penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp120. Dalam debut perdananya, PRDL meraup dana segar sebesar Rp62,75 miliar dengan 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Direktur Utama Cristina Sandjaja menilai peluang pertumbuhan yang masih sangat besar, terutama pada fasilitas kesehatan primer yang belum seluruhnya terjangkau. Dengan kualitas produk unggul, kapasitas produksi besar, jaringan distribusi luas serta nilai TKDN produk tinggi, PRDL optimistis dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam penguatan pelayanan kesehatan nasional. Adapun dana yang dihimpun, sekitar Rp35,67 miliar akan digunakan untuk melunasi pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk. (Panin Bank). Dari sisi kinerja keuangan, laba bersih PRDL mencapai sekitar Rp35,8 miliar pada 2023, kemudian turun tajam menjadi Rp10 miliar pada 2024 sebelum pulih menjadi sekitar Rp17 miliar pada 2025. PRDL merupakan perusahaan yang bergerak dalam pembuatan dan pengolahan alat kesehatan terkait diagnosis medis atau in vitro diagnostics (IVD). Perseroan memiliki fasilitas produksi di Kawasan Industri Jababeka III, Cikarang, Jawa Barat.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** PRDL
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Kamis, 09 Juli 2026 09:15:41 WIB*