JAKARTA – Perdagangan asing di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (9 Juli) menutup lagi dalam posisi net sell atau penjualan bersih. Data terbaru menunjukkan bahwa perdagangan asing mencatatkan angka yang lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya, dengan total volume transaksi saham asing naik ke level 4,29 miliar lembar di bursa.
Pada Rabu (8 Juli), perdagangan asing mencatat posisi net sell sebesar 506,93 juta lembar. Angka tersebut berbeda signifikan dengan pekan sebelumnya yang menutup pada posisi net sell 710,14 juta lembar.
Salah satu saham yang terkena dampak dari tren ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (BCA), atau BUKA. Menurut data, asing menyentuh volume net sell hingga 468,44 juta lembar pada Kamis pekan ini. Namun, pengejaran tersebut melibatkan transaksi beli dan jual yang cukup berimbang; asing membeli sekitar 96,89 juta lembar saham BUKA, sementara menjual hingga 565,33 juta lembar.
BCA merupakan perusahaan dengan penjualan terbesar dari perdagangan asing. Selain itu, masih ada beberapa emiten yang menunjukkan sentimen negatif pada pekan ini, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), yang menutup posisi net sell 69,46 juta lembar dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), yang menutup posisi net sell sekitar 45,40 juta lembar.
Data ini mengindikasikan bahwa penjualan asing masih menjadi tren dominan di Bursa Efek Indonesia pada awal bulan Juli. Analis menyebutkan bahwa faktor eksternal seperti kondisi pasar global dan dinamika pasar lokal mungkin berperan dalam menentukan arah pergerakan saham ini ke depannya.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** BCA, BBRI, DSSA
*Tanggal Source Berita: Kamis, 09 Juli 2026 18:45:00 WIB*