Oversubscribed 709 kali, PRDL: Tujuan utama IPO ini bukan mencari dana

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
JAKARTA – PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) sukses melangsungkan debutnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2026 dengan catatan oversubscribed 709,9 kali selama masa penawaran umumnya (IPO).

Dengan harga penawaran Rp120 per lembar, PRDL mencatatkan pemesanan dari 1,2 juta SID (Single Investor Identification) hingga akhir masa penawaran umum.

Permintaan tinggi ini juga membantu harga sahamnya melejit 35% dan menyentuh batas auto reject atas (ARA) di hari pertamanya.

Padahal, nilai atau size IPO PRDL adalah yang terendah dari enam emiten yang melantai di BEI pekan ini (7-10/7), yaitu hanya Rp62,75 miliar.

Menurut Cristina Sandjaja, Presiden Direktur PRDL, tujuan dari IPO ini bukan hanya semata-mata mencari dana tambahan dari publik, namun juga meningkatkan tata kelola perusahaan dengan baik, serta menjaga keberlanjutan bisnis.

“Jadi pertimbangan utamanya bukan mencari fund, tapi lebih ke supaya kami punya kata kelola perusahaan yang baik, GCG-nya jalan, memikirkan resiko-resiko bisnis. Lebih ke sustainability,” jelas Cristina pascaseremoni pencatatan saham di BEI, Kamis (9/7).

Cristina menepis dugaan bahwa perusahaannya kekurangan modal. Ia menegaskan bahwa induknya, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), juga memiliki kas dan setara kas yang melimpah.

“Kalau kita lihat PRDA, kas dan setara kasnya akhir tahun lalu Rp580 miliar. Untuk Rp60 miliar, kami sebetulnya masih mampu,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya, arus kas PRDL juga sudah positif, dan sudah dapat digunakan membiayai operasional sehari-hari. Per akhir 2025, arus kas dari kegiatan operasi PRDL mencapai Rp21,79 miliar.

Cristina juga kemudian menceritakan proses persiapan IPO Perseroan yang sangat singkat, yang diawali dari perintah Andi Wijaya, founder Grup Prodia, agar PRDL melangsungkan IPO-nya tahun ini.

“Pak Andi itu baru kasih arahan ke saya 16 Januari 2026 … Saya langsung koordinasi-koordinasi,” jelasnya.

Perseroan kemudian langsung memilih underwriter – PT Sucor Sekuritas – yang diikuti terpilihnya seluruh profesi penunjang pada 25 Januari 2026.

“25 Januari itu udah kick off, seluruh profesi penjunjang sudah terpilih. Dalam dua bulan, prospektus pertama sudah jadi draft-nya,” paparnya.

Sebagai catatan, PRDA merupakan perusahaan keenam yang tercatat di papan bursa pada tahun 2026, di tengah gejolak faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pasar modal Indonesia.

Namun, Cristina menyebutkan bahwa didukung dengan keyakinan dari founder Prodia, Andi Widjaja, serta gairah p… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Kamis, 09 Juli 2026 12:50:00 WIB*