IPO Prodia Diagnostic Line Himpun Rp 62,74 Miliar, Saham Melonjak 35 Persen

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) bagian dari Prodia Group resmi mencatatkan saham perdana atau menggelar Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia, Kamis (9/7/2026). Perusahaan berhasil menghimpun dana senilai Rp62,74 miliar.

Pada pembukaan, saham PRDL langsung mencatatkan Auto Reject Atas (ARA) dengan naik 35 persen atau 42 poin ke posisi Rp162 per saham dari harga penawaran Rp120 per saham.

Baca Juga

Pengembangan B50 Diproyeksikan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah Penghasil Sawit

Jenderal Polri Dalami Rumah di Sentul Dikaitkan Jampidsus Febrie Adriansyah

Denny Sumargo Ajak Masyarakat Kawal Kasus Dugaan Pembakaran Santri di Lombok

“Membunyikan bel hari ini bukan hanya membuka pasar. Kami membuka babak baru yang menarik tentang pertumbuhan, transparansi, dan inovasi,” ujar Direktur Utama PRDL Cristina Sandjaja di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis.
Ke depan, perseroan berkomitmen penuh untuk memberikan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham baru, sembari tetap menjunjung tinggi standar tata kelola perusahaan yang baik.

“Kami menatap masa depan dengan optimisme yang besar, dan kami sangat senang Anda dapat berbagi perjalanan ini bersama kami,” ujar Cristina.
Cristina menjelaskan, perseroan saat ini memiliki lebih dari 1.083 Stock Keeping Unit (SKU) produk aktif yang menjangkau 38 provinsi dan 370 kabupaten/kota, serta telah digunakan oleh lebih dari 7.600 pelanggan di Indonesia.
Adapun, jaringan itu mencakup sekitar 7.000 puskesmas, 300 rumah sakit, 317 dinas kesehatan kabupaten/kota, serta puluhan institusi kesehatan lainnya.
Ia memastikan lini produk utama perseroan memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 70 persen, sehingga memperkuat daya saing produk di tengah meningkatnya kebutuhan alat kesehatan nasional dan dominasi produk asing.
“Kami optimistis dapat memanfaatkan momentum IPO untuk memperluas jangkauan bisnis, meningkatkan kapasitas operasional, dan memperkuat kontribusi terhadap pengembangan industri alat kesehatan nasional,” ujar Cristina.
Sepanjang 2025, perseroan membukukan pendapatan senilai Rp74,4 miliar, atau tumbuh 27 persen year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba bersih perseroan tumbuh 70,7 persen (yoy) menjadi Rp16,9 miliar pada 2025, sementara pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tumbuh 66,9 persen (yoy) menjadi Rp29,2 miliar, mencerminkan penguatan profitabilitas dan efisiensi operasional.
“Dengan kualitas pr… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Kamis, 09 Juli 2026 14:39:54 WIB*