Pada Rabu, 9 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sekitar 1% menjadi Rp5.974,83 dari level awal perdagangan. Salah satu saham yang mencatatkan arus dana asing masuk (net buy), yaitu PT Bank Central Asia Tbk atau BCA, menempatkannya di kisaran Rp6.000 per lembar. Sebaliknya, sejumlah saham lain mengalami penurunan signifikan, terutama PT Bank Indonesia Pertiwi Tbk (BNI), yang turun hampir 4% menjadi Rp13.575 per lembar.
Saham BCA telah menunjukkan aksi beli berkelanjutan oleh asing sejak beberapa waktu lalu, setelah mencatat penurunan signifikan pada awal bulan ini. Dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), asing membukukan net buy sebesar Rp251,9 miliar untuk saham BCA, menjadi incaran utama mereka.
Investor asing tampaknya berangsur-angsur meningkatkan investasi di sektor perbankan setelah periode penurunan yang panjang. Ini menandakan adanya kepercayaan kembali terhadap stabilitas dan potensi pertumbuhan bisnis BCA, meskipun masih ada beberapa saham lain yang juga menerima net buy asing, seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Barito Pacific Tbk. Namun, perusahaan-perusahaan ini juga menghadapi persaingan ketat di pasar.
Dengan peningkatan sentimen positif terhadap BCA, investor asing mungkin membuktikan kembali bahwa saham BCA telah menunjukkan momentum yang kuat dalam beberapa bulan terakhir. Peningkatan investasi ini juga bisa menjadi indikator bahwa potensi pertumbuhan dan peluang bisnis BCA masih dianggap berharga oleh pasar, meskipun ada beberapa risiko dan tantangan yang perlu diperhatikan.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BCA
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Kamis, 09 Juli 2026 07:50:06 WIB*