Resmi Melantai di Bursa, Harga Saham BACH dan EMMI Kompak Menguat

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Jakarta – Dua emiten baru resmi mencatatkan sahamnya di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu, 8 Juli 2026. Keduanya adalah PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), yang menjadi perusahaan tercatat ke-4 dan ke-5 sepanjang 2026.

Pasca pencatatan saham di BEI kedua harga saham tersebut, kompak mengalami penguatan.

Saham BACH melonjak 24,43 persen atau menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) ke level Rp550 per saham, dari harga penawaran perdana Rp442 per saham.

Hingga perdagangan berlangsung, saham BACH telah ditransaksikan sebanyak 661 saham dengan frekuensi 281 kali dan membukukan nilai transaksi sebesar Rp36,36 juta.

Sebagai penyedia solusi energi dan infrastruktur telekomunikasi terintegrasi, BACH menawarkan 615 juta saham baru atau setara 15,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Perseroan menetapkan harga penawaran pada kisaran Rp400-Rp500 per saham, sehingga berpotensi menghimpun dana hingga Rp307,5 miliar.

Dana hasil IPO akan digunakan secara produktif untuk memperkuat pertumbuhan usaha. Sekitar 70 persen dialokasikan sebagai modal kerja, terutama untuk pembelian genset guna memenuhi permintaan penjualan maupun penyewaan.

Sementara sekitar 30 persen sisanya akan digunakan untuk membayar sebagian pinjaman bank, sehingga memperkuat struktur permodalan dan menurunkan tingkat leverage perseroan.

Di sisi lain, saham EMMI juga mencatatkan kinerja positif dengan menguat 12,77 persen ke level Rp515 per saham, dibandingkan harga penawaran perdana sebesar Rp470 per saham.

Pada perdagangan perdananya, saham EMMI diperdagangkan sebanyak 296,96 ribu saham, dengan frekuensi transaksi mencapai 19 ribu kali dan nilai transaksi sebesar Rp14,4 miliar.

Dalam IPO ini, EMMI menerbitkan 522,86 juta saham baru atau setara sekitar 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan perolehan dana sebesar Rp245,74 miliar.

Adapun dana hasil penawaran umum perdana saham tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, melakukan ekspansi fasilitas produksi, serta mendukung kebutuhan modal kerja perseroan. (*)

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

*Tanggal Source Berita: Rabu, 08 Juli 2026 09:56:52 WIB*