Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026. Pada akhir sesi, IHSG turun hampir 141 poin atau sekitar 2,5% menjadi level 5.873,88. Penurunan ini merupakan pengekalan dari tren pelemahan yang telah berlangsung beberapa hari sebelumnya.
Indeks masih mengikuti trend negatif setelah memperlihatkan pertumbuhan pada perdagangan sebelumnya. Sebelumnya, IHSG sempat melemah 3,56% pada Rabu (24/6), turun lebih dari 2% pada perdagangan Jumat (26/6).
Ketiga penurunan tersebut dikaitkan dengan aksi jual massal yang terjadi di pasar. Aksi ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk dampak perubahan cuaca yang melanda beberapa negara Eropa dan Amerika Utara yang berpengaruh pada perkiraan pertumbuhan ekonomi global.
Pada hari Jumat ini juga menghadapi tekanan dari penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, mencerminkan potensi inflasi yang lebih tinggi di masa mendatang. Selain itu, faktor ketakutan investasi dan sentimen pasar global juga berperan dalam turunnya IHSG.
Penurunan ini tidak merubah posisi IHSG sebagai salah satu indikator utama pergerakan ekonomi Indonesia. Perbankan dan sektor-sektor lain yang menjadi korban dari aksi jual massal tampaknya masih menghadapi tekanan. Namun, beberapa sektor seperti teknologi digital dan infrastruktur terus menunjukkan tren positif.
Pada hari ini, IHSG mencapai level 5.873,88, yang telah membawa perubahan dalam aset-aset investor. Namun demikian, berita ini juga mengundang penilaian optimistis untuk pasar di masa mendatang, terutama jika aksi jual massal dapat segera berhenti dan IHSG bisa meredakan penurunan kembali.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** TEKNOLOGI DIGITAL, INFRASTRUKTUR
*Tanggal Source Berita: Kamis, 09 Juli 2026 04:50:43 WIB*