DER Bach Multi Global (BACH) Menciut Pasca IPO, Canangkan Menggarap Bisnis Panel Surya dalam Tiga Tahun

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Direktur Utama PT Bach Multi Global Tbk (BACH), Budi Kurniawan mengungkap, performa rasio liabilitas terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) sebelumnya berada di angka 1,3 kali. Namun setelah melantai di bursa (IPO), besaran DER turun ke 0,85 kali.

“Setelah kami IPO, karena kami ada penambahan modal maupun dari sisi IPO, dan juga pengurangan utang, pembayaran utang, kira-kira kami punya DER di angka 0,85 kali,” jelas Budi kepada SWA.co.id pada jumpa pers di Mainhall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada Rabu (8/7/2026).

Budi menjabarkan perseroan berencana memperluas segmen usaha dalam jangka menengah. Dalam tiga tahun mendatang, perseroan berencana menambah armada fleet untuk penyewaan (rental) dan penjualan generator.

BACH berencana untuk merambah ke tenaga surya, melalui hybrid power, panel surya dengan baterai, serta menerapkan sistem penyimpanan energi surya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi domestik dan global, BACH masih optimistis untuk bertumbuh. Alasannya, bisnis perseroan yang erat dengan sistem kelistrikan dan energi, serta infrastruktur telekomunikasi, merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat.

Lewat satu jam setelah melaksanakan pencatatan saham perdana, saham BACH sempat mengalami auto rejection atas (ARA) di Rp550, melansir data perdagangan real-time dari BEI pada pukul 10.38 WIB.

Sebelumnya, BACH dibuka di Rp550, sekaligus menjadi harga tertinggi dan terendah. Nilai kapitalisasinya mencapai Rp2,24 triliun, dengan volume transaksi sebanyak 554.300 saham. Valuasi transaksinya mencapai Rp304,8 juta, dengan frekuensi transaksi sebanyak 2.237 kali.(*)

Baca juga: 6 Emiten Siap Melantai di Bursa pada 7-10 Juli 2026, Ini Perbandingan DER-nya

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto,
infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat
di situs web ini, melakukan crawling atau
pengindeksan otomatis untuk platform AI
(artificial intelligence) dan platform digital
lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang
berwenang di situs web ini.

*Tanggal Source Berita: Rabu, 08 Juli 2026 11:05:00 WIB*