Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Setelah IPO, BACH menargetkan pendapatan di atas Rp 3 triliun pada 2030 dengan ekspansi energi dan infrastruktur telekomunikasi.
AchmadNurHidayat.ID — PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menegaskan target ambisius pasca-penawaran umum perdana di Bursa Efek Indonesia. Perseroan memproyeksikan pendapatan menembus lebih dari Rp 3 triliun pada 2030, berlandaskan ekspansi di lini solusi energi dan infrastruktur telekomunikasi.
Manajemen menyebut target itu sejalan dengan pertumbuhan organik yang diperkirakan berlangsung selama beberapa tahun ke depan, didukung backlog proyek dan pesanan yang sudah dikantongi sepanjang 2026.
Direktur Utama BACH, Budi Kurniawan, menyatakan target tersebut mencerminkan pertumbuhan pendapatan rata-rata sekitar 12% per tahun dari posisi sekitar Rp 1,73 triliun pada 2025. Proyeksi juga menunjukkan peningkatan laba bersih hingga sekitar Rp 401 miliar pada 2030, atau naik sekitar 158% dari level sebelumnya.
“Kami sangat optimistis karena melihat prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia, ditambah lini bisnis power system dan infrastruktur telekomunikasi yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Budi di Gedung Bursa Efek, Rabu (8/7/2026).
Menurut perusahaan, optimisme bertumpu pada backlog proyek dan pesanan yang diperoleh sepanjang 2026. Hal itu dipandang sebagai modal untuk mendorong pertumbuhan pendapatan dan perbaikan laba bersih pada tahun berjalan.
Direktur BACH, Hasby Jap, menyebut target pertumbuhan rata-rata 12% per tahun termasuk konservatif jika dibandingkan kinerja historis. Ia mencatat pendapatan tumbuh sekitar 39% pada periode 2023–2024, lalu meningkat sekitar 25% pada 2024–2025.
“Target pertumbuhan sekitar 12% per tahun itu sangat moderat. Kami cukup optimistis dapat mencapainya,” kata Hasby.
BACH menawarkan 615 juta saham baru, setara 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan harga penawaran Rp 500 per saham. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan menghimpun dana sekitar Rp 307,5 miliar.
Sekitar 70% dana IPO akan digunakan sebagai modal kerja, terutama untuk pembelian genset guna memenuhi kebutuhan penjualan dan penyewaan. Sisanya sekitar 30% dialokasikan untuk pelunasan sebagian pinjaman bank demi memperkuat struktur permodalan dan menurunkan leverage.
Untuk mencapai target, BACH berencana memperluas bisnis power solution, menambah kapasitas penyewaan pembangkit listrik hingga 50 megawatt per tahun, mengembangkan bisnis energi baru, serta meningkatkan proyek jaringan telekomunikasi.
… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Rabu, 08 Juli 2026 12:36:01 WIB*