Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Untuk Masuk dan Daftar akan kami arahkan ke laman Subscribe Investor Daily
JAKARTA, investor.id – Perusahaan Raffi Ahmad, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) merampungkan penawaran umum saham perdana pada Rabu (8/7/2026). Tercatat, antrean pemesanan saham IPO RANS lebih dari 1 juta SID (single investor identification).
Menurut Stockbit Sekuritas, berdasarkan data di website e-IPO, antrean pemesanan saham RANS yang dilepas melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) mencapai 1.092.166 SID. Penawaran umum ditutup pada 8 Juli 2026.
Perusahaan Raffi Ahmad tersebut akan mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026.
Sebagai perbandingan, emiten baru lainnya, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) juga mencatat antrean pemesanan saham IPO sebanyak 1.273.791 SID. Penawaran umum saham PRDL ditutup pada 7 Juli 2026. Listing saham PRDL dijadwalkan pada 9 Juli 2026.
Sebelumnya, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) mencatat antrean pemesanan saham IPO sebanyak 714.803 SID. Pada hari pertama perdagangan saham BACH, Rabu (8/7/2026), harganya langsung melesat 24,4% ke level Rp 550 atau mengalami auto reject atas (ARA).
Sedangkan saham PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) sempat menyentuh level ARA di Rp 585 atau melejit 24,4%. Namun, hingga berita ini disusun, saham EMMI masih bergerak di kisaran Rp 580-585. EMMI mencatat antrean pemesanan saham IPO sebanyak 544.935 SID.
Sehari sebelumnya, pada 7 Juli 2026, saham 2 pendatang baru juga langsung ARA pada hari pertama perdagangan. Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) melonjak 25% menjadi Rp 1.125 dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) melejit 24,8% ke Rp 1.560.
Euforia saham IPO tersebut berlanjut pada hari kedua perdagangan. Saham JECX kembali ARA setelah melonjak 25% menjadi Rp 1.950 dan JELI naik tajam 24,89% ke level Rp 1.405.
Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi menilai bahwa lonjakan harga saham JECX dan JELI lebih mencerminkan selective appetite investor dibandingkan pemulihan pasar secara menyeluruh.
“IPO menawarkan kepastian harga dan potensi kenaikan tanpa terlalu terpengaruh risiko arus keluar dana asing yang masih membayangi pasar sekunder. Tingginya oversubscription memang menunjukkan adanya permintaan riil, tetapi ARA juga dapat mencerminkan kelangkaan pasokan saham akibat alokasi yang terbatas, bukan semata-mata kualitas fundamental perusahaan,” kata Wafi kepada Investor Daily.
Secara terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji … [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Rabu, 08 Juli 2026 16:02:03 WIB*