Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Nasdaq 100 futures turun 1,1% karena volatilitas kembali muncul di sektor semikonduktor. S&P 500 futures melemah 0,2%, sementara Dow Jones futures naik hampir 0,2%. SpaceX dijadwalkan masuk ke Nasdaq 100 hari ini. Aksi jual luas di saham chip, termasuk Taiwan Semiconductor, Nvidia, AMD, Micron, dan Intel, menahan kenaikan di sektor software dan Magnificent Seven, dengan Meta Platforms dan Alphabet memimpin penguatan.
Sumber tekanan utama berasal dari earnings Samsung, yang gagal memenuhi ekspektasi investor yang sudah sangat tinggi meskipun profit kuartalan naik 19 kali lipat. Saham Samsung turun hampir 9%, sementara Micron dan Sandisk juga melemah lebih dari 5%.
Investor semakin mempertanyakan valuasi tinggi perusahaan semikonduktor dan apakah AI boom, bersama dengan investasi ratusan miliar dolar dalam infrastruktur AI, masih dapat terus menghasilkan return yang kuat.
Ekuitas Eropa bergerak mixed, dengan Stoxx 600 turun 0,1% meskipun 14 dari 20 sektornya mencatat kenaikan. Investor terus melakukan rotasi ke bagian lain dalam sektor teknologi.
AI hyperscaler seperti Amazon dan Alphabet menguat, sementara Microsoft naik 1,5% bersama sektor software yang lebih luas.
Pasar obligasi global masih berada di bawah tekanan karena investor meningkatkan taruhan terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat. Yield US Treasury 10 tahun naik 2 basis poin ke 4,49%.
Brent crude naik 1% ke $72,66 per barel setelah kembali terjadi serangan terhadap kapal di dekat Selat Hormuz, menyoroti risiko keamanan yang masih bertahan terhadap pasokan energi global.
Dow Jones mencapai rekor baru sementara Nasdaq masih berada di bawah tekanan. Dow Jones Industrial Average naik sekitar 0,3% ke rekor tertinggi sepanjang masa yang baru. Sementara itu, S&P 500 bergerak sedikit lebih rendah dan Nasdaq turun sekitar 0,5%, terutama karena pelemahan di saham-saham semikonduktor.
Rivian anjlok setelah mengumumkan penawaran saham baru. Saham produsen kendaraan listrik tersebut turun lebih dari 13% setelah perusahaan mengumumkan public offering sebanyak 75 juta saham Class A. Meskipun aksi penggalangan modal ini memperkuat neraca Rivian, investor bereaksi negatif terhadap efek dilusi bagi pemegang saham. Saham Rivian sebelumnya telah naik 19% pekan lalu dan kembali menguat 8% pada Senin.
Amazon merencanakan penerbitan obligasi senilai $25 miliar. Menurut laporan media, perusahaan sedang mempersiapkan salah satu penjualan obligasi korporasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Saham Amaz… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Selasa, 07 Juli 2026 21:51:50 WIB*