Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
JECX mempercepat ekspansi pasca-IPO dengan membuka dua klinik baru, memperkuat SDM dokter mata, dan mengalokasikan dana IPO untuk ekspansi.
KABARBURSA.COM — PT Nitrasanata Dharma Tbk atau JECX langsung tancap gas menyusun peta jalan ekspansi bisnis pasca-melantai di bursa saham. Di tengah kondisi pasar modal yang masih fluktutif, emiten layanan kesehatan mata ini menjadwalkan peresmian dua klinik baru pada bulan depan sebagai bagian dari komitmen perusahaan memperluas jangkauan layanan guna membantu pemerintah menekan angka kebutaan nasional.
Ekspansi fisik tersebut ditopang penuh oleh penguatan sisi hulu berupa program pendidikan berkelanjutan untuk mencetak dokter spesialis mata berkualitas tinggi. Manajemen JECX optimistis fundamental bisnisnya akan menjadi daya tarik utama yang mampu mengimbangi volatilitas pergerakan harga saham di pasar sekunder.
Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma Tbk, Johan A M M Hutauruk mengatakan keputusan untuk tetap melangkah maju melepas saham ke publik didasari oleh kebutuhan perluasan cakupan layanan medis di berbagai wilayah padat penduduk.
“Harapan kami dengan IPO ini sebenarnya adalah untuk memperluas jangkauan. Kita tahu kebutaan di Indonesia itu masih (menjadi) kebutuhan, kita bantulah pemerintah, walaupun kami swasta. Caranya bagaimana? Meningkatkan jumlah dokter mata yang mampu melakukan operasi katarak dengan baik. Caranya ada pelatihan, jadi SDM-nya dulu diisi,” kata Johan saat konferensi pers di Bursa Efek Indonesia, Selasa, 7 Juli 2026.
Guna menyokong seluruh rencana pertumbuhan korporasi, manajemen telah menyusun struktur alokasi penggunaan dana segar yang diperoleh dari lantai bursa.
Direktur Keuangan JECX, Budi Djatmiko, membeberkan arus kas masuk dari hasil penawaran umum ini akan dibagi ke dalam tiga pos strategis untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan.
Pos pertama diarahkan untuk penyelesaian kewajiban keuangan perseroan berupa pelunasan sisa utang pokok obligasi yang segera memasuki masa jatuh tempo. Selanjutnya, dana publik ini akan disuntikkan ke pos kedua untuk memperkuat otot finansial entitas anak usaha.
“Tujuan daripada penggunaan dana IPO ini yang pertama itu adalah untuk bayar sisa utang pokok obligasi yang akan jatuh tempo. Yang kedua itu adalah untuk memberikan modal anak-anak usaha perusahaan dan juga pembangunan rumah sakit, rumah sakit anak usaha. Yang ketiga itu merupakan digunakan untuk modal kerja, working capital,” jelas Budi Djatmiko.
Ketergantungan industri kesehata… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Selasa, 07 Juli 2026 17:22:18 WIB*