PT Sepatu Bata Tbk (BATA), perusahaan asal Czechia yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu merek sepatu ternama di Indonesia, baru-baru ini memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham. Keputusan ini disebabkan oleh kerugian bersih yang mencapai Rp116,45 miliar pada tahun 2025. Rupanya, kondisi keuangan perseroan telah mengalami penurunan drastis dari periode sebelum pandemi Covid-19.
Sejak pertengahan tahun 2020, BATA melihat pendapatan menurun hingga mencapai angka terendah sepanjang sejarah perusahaan pada 2024 dengan hanya Rp460 miliar. Hal ini tercermin dari penurunan sebesar 50 persen pada periode tersebut dibandingkan tahun sebelumnya di 2023 yang mencapai Rp931 miliar.
Riset terbaru menunjukkan bahwa BATA telah mengalami kerugian kembali setelah mendapatkan laba bersih sebanyak Rp23 miliar dalam 2019. Kondisi ini disebabkan oleh maraknya barang impor dari China yang memiliki harga jual lebih rendah berbanding dengan produk lokal, terutama sepatu dan tas.
Pada RUPST (Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan) yang dihelat pada Selasa 30 Juni 2026, pemegang saham menyetujui untuk tidak membagikan dividen. Keputusan ini juga mencakup pengunduran diri dari jajaran direksi oleh salah satu Direktur, yakni Ahmad Danial. Sebaliknya, Presiden Direktur baru Amitav Nandi tetap bertahan dalam posisinya.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** BATA
*Tanggal Source Berita: Sabtu, 04 Juli 2026 21:04:05 WIB*