Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten yang bergerak di bisnis migas PT Rukun Raharja Tbk. menyabet penghargaan di ajang Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026 untuk kategori perusahaan penyimpanan & distribusi minyak & gas. Perusahaan dengan kode saham RAJA itu berhasil mengungguli emiten lain dalam sektor sejenis. RAJA mampu mengukir kinerja dari aspek pertumbuhan finansial yang kuat berdasarkan laporan kinerja yang diukur pada periode 2023—2025. Direktur Rukun Raharja Ogi Rulino menerima langsung penghargaan BIA 2026 yang diserahkan oleh Komisaris Bisnis Indonesia Group Budiarsa Sastrawinata dan Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group Arif Budisusilo saat malam penganugerahan BIA 2026 di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Dari aspek kinerja keuangan, RAJA pada 2023 sukses membukukan laba bersih sebesar Rp394,8 miliar (setara US$25,61 juta). Pendapatan perusahaan mencapai sekitar Rp3,1 triliun, dengan margin laba bersih di level 12,57%, mencerminkan efisiensi operasional yang baik. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan aktivitas di segmen distribusi gas dan energi, serta kontribusi dari investasi di sektor hulu migas Sementara itu, pada 2024 menjadi tahun rekor bagi RAJA. Perusahaan mencatatkan pendapatan Rp4,14 triliun, naik 32,3% secara tahunan dengan laba bersih tumbuh 5,2% year-on-year (YoY) menjadi Rp415,2 miliar (US$29,08 juta). RAJA berhasil menunjukkan ketahanan bisnis yang baik selama 2023–2025, dengan pertumbuhan pendapatan konsisten dan profitabilitas yang solid, meski 2025 menghadapi tekanan dari faktor eksternal seperti kurs. Strategi diversifikasi ke segmen hulu migas dan penguatan distribusi gas tetap menjadi kunci daya tahan perusahaan. Dalam BIA 2026, Bisnis Indonesia Group memberi penghargaan kepada 52 emiten bank dan nonbank, 8 perusahaan penerima special awards, dan 1 orang penerima penghargaan sebagai Best CEO. Dari 52 emiten, sebanyak 13 perusahaan bergerak di sektor layanan keuangan baik dari industri perbankan, asuransi, pembiayaan (multifinance), investasi, dan sekuritas. Adapun, sebanyak 39 perusahaan lainnya bergerak di sektor nonkeuangan. Penilaian atas kinerja emiten telah dilakukan secara bertahap sejak awal Juni 2026. Proses penilaian dimulai dengan pengumpulan data oleh tim riset Data Indonesia (Bisnis Indonesia Group) dengan mengacu laporan keuangan periode 2023, 2024, dan 2025. Proses penjurian melibatkan juri independen yang terdiri dari Senior Economist at Creco Research Raden Pardede sekaligus Ketua Dewan Juri BIA … [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Jumat, 03 Juli 2026 12:01:33 WIB*