Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menghadapi tekanan jual yang kuat sejak awal Juni 2026, dengan IHSG mencatat penurunan yang signifikan sebesar 4,55% atau turun hampir 220 poin dari level awal. Sebagian besar saham dalam sektor keuangan tampaknya menjadi salah satu penyelamat, tetapi masih cukup berjuang di tengah momentum penurunan yang terus merambah pasar.
Kekonfusian tersebut diserap oleh perusahaan konstruksi Grup Astra melalui emiten ACST. PT Acset Indonusa Tbk (ACST), dikenal sebagai bagian dari Grup Astra, menjadi korban proyek Tol MBZ yang telah divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.
Penilaian Herditya Wicaksana, Analis MNC Sekuritas, menunjukkan bahwa ini menjadi pertanyaan besar bagi investor. Penilaian tersebut mengungkapkan potensi masalah terhadap reputasi dan kredibilitas ACST di mata pasar, yang dapat berdampak negatif pada harga saham perusahaan. Akumulatif dari penurunan IHSG sepanjang minggu menunjukkan bahwa dampaknya masih cukup signifikan, meskipun mungkin tidak mencerminkan tren jangka panjang yang lebih kuat.
Dengan kondisi ini, analisis Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengungkapkan peluang positif bagi IHSG untuk melanjutkan koreksi. Namun, ketidakpastian tersebut menimbulkan perhatian besar terhadap ACST sebagai emiten yang potensial mengalami masalah. Penyelesaian kasus ini dapat berdampak langsung pada harga saham ACST dan IHSG secara umum dalam jangka pendek, meskipun dampak jangka panjang masih bisa diperdebatkan.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** ACST
*Tanggal Source Berita: Sabtu, 04 Juli 2026 05:30:32 WIB*