Pada Rabu, 24 Juni 2026, saham PT Bank Central Asia Tbk (BCAA) atau BCA mengalami penurunan hingga 6,33% menjadi Rp 5.550 per lembar setelah IHSG melemah sebesar 1,62%. Penurunan tersebut diiringi oleh tekanan dari saham-saham energi serta IPO RANS Incar dana Rp429 miliar. Dalam konteks ini, BCA menjadi salah satu saham yang mengalami penurunan signifikan terhadap IHSG. Sebaliknya, pada Rabu, 01 Juli 2026, indeks tersebut turun sekitar 1% menjadi Rp5.896,13. Asing mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 160,2 miliar di BEI, dengan asing melakukan aksi beli di saham BCA. Data dari IDX menunjukkan bahwa BCA telah ditransaksikan selama 87,1 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 522 miliar, dan target terdekat untuk harga saham BCA adalah di kisaran Rp 5.925-Rp 6.050. Dengan demikian, meskipun asing banyak melakukan aksi beli pada saham BCA, penurunan tersebut masih mempengaruhi indeks saham secara keseluruhan.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** BCAA
*Tanggal Source Berita: Jumat, 03 Juli 2026 12:46:13 WIB*