Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Analis Bedah Saham JELI-RANS, Mana Yang Menarik?
Dari enam calon emiten yang akan IPO di pekan depan, yakni BACH, EMMI, JELI, PRDL, JECX, dan RANS, mana yang menarik?
Ilustrasi. Direksi PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk dan PT Bursa Efek Indonesia saat IPO perdana PJHB di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (6/11). ValidNewsID/Fitriana Monica Sari
JAKARTA – Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mengatakan gelombang Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2026 hadir pada momentum yang tidak mudah.
“Di satu sisi, pasar modal Indonesia masih menghadapi tantangan berupa likuiditas perdagangan yang menurun, arus dana asing yang belum sepenuhnya kembali, serta ketidakpastian ekonomi global yang membuat investor cenderung lebih selektif. Di sisi lain, justru semakin banyak perusahaan memilih melantai di bursa untuk memperoleh pendanaan ekspansi,” kata Hendra kepada Validnews, Jakarta, Jumat (3/7).
Hendra menilai kondisi ini membuat kualitas IPO tahun ini menjadi sangat beragam. Ada perusahaan yang menawarkan valuasi murah dengan fundamental yang kuat, ada yang terlihat murah tetapi sebenarnya menyimpan risiko yang cukup besar, dan ada pula yang dibanderol mahal meskipun pertumbuhan bisnisnya belum sepenuhnya terbukti.
Karena itu, dia menggarisbawahi bahwa kesalahan terbesar investor adalah menilai IPO hanya dari nominal harga sahamnya. Saham seharga Rp100 belum tentu lebih murah dibandingkan saham Rp1.000 apabila kemampuan perusahaan menghasilkan laba, tingkat pengembalian modal, prospek industri, hingga kualitas manajemennya berbeda jauh.
“Yang seharusnya dibeli investor bukan sekadar harga saham, melainkan kualitas bisnis di balik harga tersebut,” tegas dia.
Baca Juga:Â Kejar 1.100 Emiten IPO, Analis: BEI Perlu Kedepankan Kualitas
Analisis 6 Calon Emiten IPODalam analisis komparatif terhadap enam calon emiten IPO 2026, yakni BACH, EMMI, JELI, PRDL, JECX, dan RANS, kata Hendra, terlihat jelas bahwa setiap perusahaan menawarkan profil risiko dan peluang yang sama sekali berbeda, sehingga tidak bisa diperlakukan sebagai produk investasi yang seragam.
Hendra mengatakan, perbedaan kualitas tersebut terlihat nyata ketika membandingkan JELI, PRDL, dan JECX.
“JELI yang dikenal luas melalui merek Inaco memang memiliki keunggulan berupa brand awareness yang kuat dan jaringan distribusi yang telah terbentuk selama bertahun-tahun. Namun, kekuatan merek ternyata belum mampu diterjemahkan menjadi pertumbuhan … [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Jumat, 03 Juli 2026 13:24:39 WIB*