Ketua OJK Sebut Tren ESG Kian Menguat, Emiten Diminta Perkuat Keberlanjutan

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan tren penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) semakin menguat di tingkat global. Kondisi tersebut dinilai perlu direspons emiten dengan memperkuat strategi keberlanjutan agar tetap kompetitif di mata investor.

Friderica menyampaikan hal tersebut usai menghadiri London Climate Action Week, forum yang mempertemukan regulator, pemerintah, pelaku usaha, hingga pemangku kepentingan yang berfokus pada isu keuangan berkelanjutan.

“Saya baru kembali dari London Climate Action Week. Di sana bertemu, berkumpul para pelaku bisnis dari berbagai belahan dunia, regulator, pemerintah, dan juga semua yang tertarik pada isu keberlanjutan, sustainable finance, dan saya melihat trennya sangat luar biasa,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, perusahaan perlu mulai mempersiapkan bisnis yang mampu bertahan dalam jangka panjang. Dia menilai isu keberlanjutan kini menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan investor maupun lembaga keuangan dalam menyalurkan pendanaan.

“Saya percaya Bapak-Ibu di sini juga berpikir perusahaannya Bapak-Ibu harus terus eksis, walaupun nanti kita semua di sini sudah tidak ada. Harapannya perusahaan yang Bapak-Ibu dirikan, perusahaan yang Bapak-Ibu pimpin akan terus berkelanjutan di masa yang akan datang,” katanya.

Friderica menuturkan investor global kini semakin aktif mencari perusahaan yang memiliki komitmen terhadap ESG dan ekonomi hijau. Tren serupa juga terjadi di sektor jasa keuangan, termasuk perbankan, yang mulai mengarahkan pembiayaan kepada perusahaan dengan fokus pada keberlanjutan.

“Karena ini trennya luar biasa, investor mencari perusahaan-perusahaan yang punya fokus pada isu keberlanjutan, dan juga sektor jasa keuangan misalnya perbankan dan lain-lain juga mencari perusahaan-perusahaan yang mempunyai fokus kepada ESG, green economy dan sebagainya,” ujarnya.

Dia menjelaskan OJK telah memiliki Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia sebagai kerangka acuan nasional untuk mengklasifikasikan kegiatan ekonomi hijau dan transisi yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional maupun standar internasional.

Selain itu, OJK juga terus memperkuat pengelolaan risiko iklim melalui pengembangan metodologi manajemen risiko iklim guna meningkatkan ketahanan sektor jasa keuangan.

Friderica mengingatkan bahwa perubahan iklim bukan lagi sek… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Kamis, 02 Juli 2026 21:50:10 WIB*