Kini semakin dekat dengan bulan September 2026, harga smartphone Apple dianggap akan mengalami kenaikan, yang sejalan dengan tren harga produk teknologi lainnya. Beberapa pembocor teknologi asal China telah melaporkan adanya potensi peningkatan harga untuk jajaran iPhone, termasuk seri iPhone 18 Pro dan layar lipat ultra. Berdasarkan kenaikan harga tersebut, perusahaan asuransi keuangan prediksi bahwa Apple mungkin akan mempertimbangkan peluang untuk akuisisi atau investasi dalam startup AI yang berpotensi memberikan solusi teknologi terkini.
Di sisi lain, seiring dengan kenaikan harga produknya, Apple juga merasakan dampak dari naiknya biaya memori dan penyimpanan. Hal ini disebabkan permintaan untuk pusat data AI yang meningkat drastis. CEO Tim Cook telah menyatakan bahwa situasi ini dapat dianggap sebagai ‘banjir seratus tahun’, namun juga merupakan kesempatan bagi Apple untuk meningkatkan nilai pasar dan mengoptimalkan pendapatan.
Terkait dengan IPO, peneliti AI top telah memutuskan untuk meninggalkan perusahaan teknologi besar seperti Google dan Apple. Mereka berpindah ke startup AI yang menjanjikan peluang IPO di masa depan. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) misalnya, salah satu perusahaan aspal, berhasil menjadi perusahaan pertama yang meraup ribuan jutawan baru melalui IPO terbesar dalam sejarah.
Kontroversi tersebut membuat investor dan analis keuangan mulai mempertimbangkan peluang investasi di bidang AI. Namun, ada juga kritikan dari UBS bahwa Apple tidak memberikan dorongan yang cukup untuk aktivitas upgrade iPhone. Dengan berbagai faktor ini, harga smartphone Apple diprediksi akan terus menjadi topik utama dalam konteks keuangan teknologi global.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** AAPL
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Kamis, 02 Juli 2026 19:42:49 WIB*