BOSS Rampungkan Pemulihan Efek, Kondisi Pertambangan Gelora

PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk. (BOSS), emiten batu bara yang berpusat di kawasan tambang, telah memperkenalkan rencana pemulihan efek (saham) bersamaan dengan penyesuaian regulasi sektor pertambangan. Direktur Utama BOSS, Freddy Tedjasasmita, menyampaikan dalam surat kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), bahwa upaya pemulihan masih tertahan akibat Surat Edaran Dirjen Minerba KESDM Nomor 2.E/HK.03/DJB/2025 tanggal 31 Desember 2025, yang melanjutkan surat edaran sebelumnya tentang Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026.

Pengalaman ini telah menyebabkan perusahaan bertahan dalam tahap penyesuaian atau adjustment atas RKAB 2026, yang merupakan bagian dari proses pemenuhan persyaratan tambahan atau compliance. Hal ini berdampak pada kemajuan realisasi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) PB periode 2024-2026, yang telah mendapatkan persetujuan sekitar sepuluh persen dari RKAB PB 2026.

Selanjutnya, perusahaan telah mencapai progres penyelesaian legal, financial, dan teknis due diligence bersama calon mitra strategis untuk operasi tambang entitas anak PT Pratama Bersama. Pengerjaan pihak mitra strategis telah mencapai 80 persen dalam tahapan akhir.

Di sisi lain, perusahaan juga memperlihatkan upaya optimalisasi kegiatan usaha dan penjajakan kerja sama dengan calon mitra baru untuk membantu pemenuhan modal kerja tambahan. Hal ini dilandasi oleh tren kenaikan harga batubara yang konstruktif dalam periode laporan, menunjukkan kenaikan yang relatif positif.

Kondisi tersebut sejalan dengan komitmen BOSS untuk menjaga kelangsungan usaha atau going concern dan optimis bahwa proses pemulihan efek (saham) akan tetap berlanjut. Namun, dampak kenaikan harga batubara masih belum sepenuhnya dapat diterjemahkan ke dalam realisasi kegiatan komersial.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** BOSS

*Tanggal Source Berita: Kamis, 02 Juli 2026 10:50:00 WIB*