PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), salah satu perusahaan asal Indonesia dalam sektor keuangan, telah mengumumkan rencana aksi korporasi signifikan melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD) V atau rights issue. Reksomisi ini bertujuan untuk memperoleh dana hingga Rp4,76 triliun.
Rencananya, BNBR akan menerbitkan 89,91 miliar saham baru seharga Rp53 per saham. Aksi Penambahan Modal ini menawarkan sebanyak 89.919.839.078 Saham Biasa Seri E dengan nilai nominal Rp12 setiap saham. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp53 per saham, sehingga total dana yang dihimpun mencapai Rp4.765.751.471.134.
Rasio perbandingan yang berlaku adalah setiap pemegang 27 saham lama akan memperoleh 14 HMETD. Setiap 1 HMETD berhak digunakan untuk membeli 1 saham baru. PT Bakrie Capital Indonesia bertindak sebagai Pembeli Siaga yang siap mengambil sisa saham yang tidak dieksekusi oleh investor lain.
Mayoritas dana hasil rights issue sebesar Rp4,36 triliun dialokasikan untuk pinjaman kepada anak usaha, PT Bakrie Toll Indonesia. Pinjaman ini ditujukan untuk melunasi pokok utang kepada Hartman International Pte. Ltd. sebesar Rp3,66 triliun dan PT Bank Nationalnobu Tbk sebesar Rp700 miliar.
Dana sebesar Rp200 miliar disalurkan untuk modal kerja PT Bakrie Construction guna mendukung Proyek Pertamina Hulu Rokan. Sementara, sisa Rp40 miliar digunakan bagi PT Cimanggis Cibitung Tollways untuk pematangan lahan. Sisanya akan dialokasikan untuk modal kerja operasional perseroan.
Dalam jangka pendek, BNBR juga telah mengumumkan rencana aksi korporasi ini yang bertujuan untuk menambah dana keuangan dan memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Jika dikaitkan dengan informasi historis, ini adalah salah satu dari beberapa aksi korporasi yang dilakukan oleh BNBR sepanjang tahun 2026.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BNBR
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Kamis, 02 Juli 2026 13:11:24 WIB*