ATIC Gelar Rights Issue Sebesar Rp289,42 Miliar

PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) telah mengumumkan rencana aksi korporasi melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD), atau lebih dikenal sebagai rights issue. Aksi korporasi ini justru akan mengubah komposisi kepemilikan setelah pemegang saham terbesar memutuskan untuk tidak mengeksekusi haknya. ATIC akan menawarkan sebanyak 578,84 juta saham baru atau setara 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah right issue, dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham. Setiap pemegang 4 saham lama berhak membeli 1 saham baru alias 4:1. Dalam prospektus yang diterbitkan pada 30 Juni 2026, TIS Inc., sekaligus pemilik saham terbesar dengan kepemilikan 37,30%, menyatakan tidak akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya. Keputusan tersebut membuat porsi kepemilikan mereka berpotensi terdilusi hingga 20%. Di sisi lain, pemegang saham PT Artha Investama Jaya dengan menguasai 28,69% saham juga tidak akan menggunakan sendiri haknya, melainkan mengalihkan HMETD kepada sejumlah pihak yang telah menetapkan komitmen sebagai Pembeli Siaga. Masing-masing entitas tersebut akan memperoleh alokasi sebesar 25% dari sisa saham yang tidak terserap, di antaranya mewakili Handoko Anindya Tanuadji dan PT Inti Global Resource Indonesia. Keputusan ini berpotensi mengubah komposisi kepemilikan setelah pemegang saham terbesar memilih untuk terdilasi, tetapi pengendali manfaat Perseroan tetap mengambil peran penting dalam menyukseskan aksi rights issue melalui entitas pembeli siaga. Dalam prospek yang diterbitkan, perseroan menjelaskan bahwa total dana yang didapatkan dari right issue akan digunakan untuk membayar sebagian pokok Obligasi Konversi Anabatic Tahun 2018 kepada TIS Inc., dengan totalnya mencapai Rp559,99 miliar. Sisa utang pokok sekitar Rp279,62 miliar akan diselesaikan menggunakan fasilitas pinjaman perbankan yang telah diperoleh oleh perseroan dan kas internal.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** ATIC
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Kamis, 02 Juli 2026 13:50:00 WIB*