ATIC Gelar Rights Issue Sebesar Rp289,42 Miliar untuk Pembayaran Obligasi Konversi

PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) telah mengumumkan rencana aksi korporasi melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Aksi korporasi ini bertujuan untuk membayar sebagian pokok Obligasi Konversi Anabatic Tahun 2018 kepada TIS Inc., yang memiliki jumlah pokok sebesar Rp560 miliar dan nilai outstanding sebesar Rp559,99 miliar. Dengan demikian, perseroan akan membayar sebagian pokok sebesar Rp289,42 miliar.

Manajemen ATIC menjelaskan bahwa seluruh dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk membayar sebagian pokok obligasi konversi tersebut. Sisa kewajiban obligasi konversi tersebut akan dilunasi menggunakan fasilitas kredit perbankan yang telah diperoleh perseroan serta dana kas dan setara kas yang dimiliki.

Dalam aksi korporasi ini, TIS Inc., sebagai pemegang saham utama ATIC dengan kepemilikan 37,30%, menyatakan tidak akan melaksanakan seluruh hak HMETD yang menjadi haknya. Sebaliknya, PT Artha Investama Jaya yang memiliki 28,69% saham ATIC juga menyatakan tidak akan menggunakan hak HMETD tersebut. Seluruh hak HMETD tersebut akan dialihkan kepada empat pembeli siaga, yakni PT Inti Global Resource Indonesia (43,75%), Yuliana Tan (21,02%), Sukemi Kasim (21,02%), dan Frieda Lukman (14,20%).

Total hak HMETD yang dialihkan kepada empat pembeli siaga tersebut mencapai 166.096.787 hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Para pembeli siaga telah menyatakan akan melaksanakan seluruh hak HMETD yang dialihkan kepada mereka.

Sementara itu, PT Artha Investama Jaya juga menetapkan rasio rights issue sebesar 4:1 dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham. HMETD akan mulai tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 14 Juli 2026.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** ATIC
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Kamis, 02 Juli 2026 15:15:00 WIB*