IPO RANS Raffi Ahmad Premium, Ini yang Harus Dicermati Investor

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
JAKARTA, KOMPAS.com – Penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) dipatok pada valuasi premium.

Saham perusahaan milik artis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu diperdagangkan dengan price to earnings (PE) ratio sekitar 27-35 kali, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata PE perusahaan sejenis yang berada di kisaran 12-13 kali.

Investment Specialist KISI Sekuritas, Ahmad Faris Mu’tashim, menilai valuasi saham RANS pada saat IPO tergolong premium.

Kondisi ini merupakan karakteristik yang umum dijumpai pada saham-saham yang baru melantai di bursa karena biasanya diperdagangkan dengan valuasi lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang telah lebih dulu tercatat.

Baca juga: RANS Milik Raffi Ahmad Bersiap IPO, Tawarkan Harga Rp 135-Rp 170 Per Saham

Dari perhitungannya, RANS diperdagangkan dengan PE ratio sekitar 27-35 kali.

Sementara itu, rata-rata PE perusahaan sejenis di industrinya hanya berada pada kisaran 12-13 kali.

Dengan demikian, valuasi RANS berada jauh di atas rata-rata industrinya.

“Secara valuasi by nature saham IPO akan selalu premium, melihat RANS yang diperdagangkan dengan PE 27-35 kali dibandingkan rata-rata PE industri di 12-13 kali,” ujar Faris saat dihubungi Kompas.com, Selasa (30/6/2026).

PE ratio dipahami sebagai rasio valuasi yang digunakan untuk mengukur seberapa mahal atau murah harga suatu saham dibandingkan dengan laba bersih yang dihasilkan perusahaan.

Rasio ini menunjukkan berapa kali investor bersedia membayar untuk setiap Rp 1 laba bersih perusahaan.

Sebagai contoh, jika harga saham suatu perusahaan sebesar Rp 170 dan laba per saham (EPS) mencapai Rp 10, maka PE ratio perusahaan tersebut adalah 17 kali.

Artinya, investor bersedia membayar Rp 17 untuk setiap Rp 1 laba yang dihasilkan perusahaan.

Untuk diketahui, valuasi premium dapat dibenarkan jika perusahaan mampu membuktikan pertumbuhan pendapatan dan laba sesuai harapan pasar.

Sebaliknya, bila kinerja perusahaan tidak memenuhi ekspektasi, harga saham berpotensi mengalami koreksi karena investor menilai valuasi tidak lagi sebanding dengan fundamental perusahaan.

RANS sendiri bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO. Berdasarkan prospektus awal, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO, dengan kisaran harga penawaran Rp 135-Rp 170 per saham.

*Tanggal Source Berita: Rabu, 01 Juli 2026 09:02:00 WIB*