Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
KABARBURSA.COM – PT Bach Multi Global Tbk (BACH) bersiap memasuki pasar modal melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 2-6 Juli 2026 dengan harga penawaran Rp442 per saham, sebelum saham perusahaan resmi diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2026.Bagi investor yang mempertimbangkan untuk berpartisipasi dalam IPO ini, terdapat sejumlah aspek yang layak dicermati. Tidak hanya mengenai potensi bisnis perusahaan, tetapi juga struktur penggunaan dana, perubahan kepemilikan saham, hingga prospek industri yang menjadi tempat BACH beroperasi.Perseroan menawarkan sebanyak 615 juta saham baru atau setara 15,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan harga penawaran Rp442 per saham, BACH berpotensi menghimpun dana sekitar Rp271,83 miliar dari pasar primer. Harga tersebut berada di tengah kisaran book building yang sebelumnya ditetapkan pada rentang Rp400 hingga Rp500 per saham.Ke Mana Arah Penggunaan Dana IPO?Salah satu hal yang patut diperhatikan investor adalah arah penggunaan dana hasil IPO. Berdasarkan prospektus, sekitar Rp91,02 miliar setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk membayar sebagian pinjaman kepada PT Bank Permata Tbk (BNLI). Langkah ini berpotensi memperbaiki struktur permodalan perusahaan melalui penurunan beban utang.Sementara itu, sisa dana akan dialokasikan sebagai modal kerja, terutama untuk pembelian generator set (genset) yang akan dijual maupun disewakan kepada pelanggan. Strategi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar dana hasil IPO tetap diarahkan untuk mendukung ekspansi operasional perusahaan.BACH sendiri bergerak di bidang penjualan dan penyewaan genset, sebuah sektor yang masih memiliki permintaan dari berbagai segmen industri. Kebutuhan pasokan listrik cadangan bagi kawasan industri, pusat data, proyek konstruksi, fasilitas kesehatan, hingga sektor telekomunikasi menjadi salah satu faktor yang menopang bisnis perusahaan.Seperti Apa Struktur Kepemilikannya?Selain penggunaan dana, investor juga perlu mencermati perubahan struktur kepemilikan perseroan setelah IPO. Sebelum proses penawaran umum berlangsung, pemegang saham PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI) dan PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) telah menandatangani perjanjian opsi pada awal Januari 2026.Dalam perjanjian tersebut, GTP memperoleh hak untuk membeli saham milik BMSI yang jika digabungkan akan mewakili 51 persen kepemilikan BACH sete… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Rabu, 01 Juli 2026 12:56:00 WIB*