PT Suparma Tbk, perusahaan dalam industri pengolahan kertas, memutuskan tidak bagikan dividen tunai kepada pemegang sahamnya di tahun RUPS (Rekapitulasi Penghasilan dan Pajak Serta Tarif) 2026. Sebaliknya, laba yang tersisa akan dialokasikan untuk meningkatkan struktur permodalan perusahaan.
Setelah mengurangi dana cadangan wajib sebesar Rp 20 miliar dari laba komprehensif tahun 2025 sebesar Rp 104,8 miliar, tingginya laba tersisa akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan Suparma. Tujuan ini mencakup peningkatan kapasitas mesin RDF (Refuse Derived Fuel), bangunan dan pendukung, serta perbaikan peralatan pengolahan bahan kertas bekas, mesin cetak, instrument QA, dan bangunan kantor.
Direktur PT Suparma Tbk, Hendro Luhur, menjelaskan bahwa dividen saham yang akan dikeluarkan adalah sebesar Rp 492.038.092.000 dengan pembagian sebanyak-banyaknya 1.230.095.230 lembar saham. Pembagiannya berdasarkan RUPS (Rekapitulasi Penghasilan dan Pajak Serta Tarif) tahun 2026, yang menunjukkan bahwa setiap 100 saham lama akan memperoleh 30 saham baru dengan nilai nominal Rp 400 per lembar.
Tujuan pembagian dividen ini antara lain untuk meningkatkan modal disetor Suparma agar dapat mengakses lebih mudah sumber dana alternatif untuk pengembangan usaha. Selain itu, alokasi laba tersebut juga bertujuan untuk mendorong distribusi kembali laba kepada pemegang saham tanpa merugikan kemampuan keuangan perusahaan. Dengan penambahan jumlah saham beredar, akan memperjelas likuiditas saham Suparma dan memberikan akses bagi investor dengan modal terbatas untuk investasi dalam saham Suparma.
Dalam laporan tahun 2025 yang diterbitkan oleh Suparma, perusahaan membukakan pertumbuhan penjualan bersih sekitar 0,41% menjadi Rp 2.740,7 miliar. Pertumbuhan tersebut disebabkan peningkatan kuantitas penjualan sebesar 2,5%, yang mencapai 235,1 ribu ton dengan produk Kraft dan Duplex memimpin pertumbuhan secara bersamaan. Penurunan beban pokok penjualan pada tahun 2025 menyebabkan laba kotor perusahaan naik sekitar 5,23%, dari Rp 412,8 miliar di tahun 2024 menjadi Rp 434,4 miliar di tahun 2025. [content truncated]
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** SUPARMAT
*Tanggal Source Berita: Selasa, 30 Juni 2026 14:46:52 WIB*