PT Rans Entertainment Indonesia Tbk., PT Mitra Adiperkasa Tbk, PT Sarimelati Kencana Tbk, PT Akasha Wira International Tbk, PT Folago Global Nusantara Tbk dan PT Globe Kita Terang Tbk telah memutuskan untuk melanjutkan IPO mereka pada Juli 2026. Ini merupakan langkah strategis yang dilakukan oleh beberapa perusahaan yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap pasar ekspor, mengacu pada artikel sebelumnya yang membahas risiko DSI Ekspor dari PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero).
Andreas Kristo Saragih, Senior Research Analyst Mirae Asset Sekuritas, menyebut bisnis pakan ternak sebagai penyumbang laba terbesar bagi perusahaan perunggasan. Meskipun ketergantungan atas peternakan komersial masih mencapai 50 persen dari pendapatan, lini usaha ini dianggap memiliki margin yang lebih tinggi karena model bisnis cost-plus. Andreas juga menyoroti potensi peningkatan konsumsi makanan olahan dan dampaknya pada kebutuhan terhadap protein hewani, yang bisa mendukung bisnis pakan di Indonesia.
Namun, perusahaan harus tetap waspada terhadap fluktuasi harga komoditas global, seperti bungkil kedelai dari Argentina, Brasil, dan Amerika Serikat. Andreas menyoroti model bisnis cost-plus sebagai alasan mengapa margin bisnis pakan masih stabil, meski sensitif pada perubahan harga bahan baku. Ini menghadirkan tantangan bagi beberapa emiten yang tergantung pada ketergantungan ekspor dan pasar global.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero)
*Tanggal Source Berita: Selasa, 30 Juni 2026 18:29:54 WIB*