PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), anak perusahaan dari PT Prodia Widyahusada Tbk, telah menetapkan harga final untuk penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp120 per saham. Ini merupakan pembaharuan harga yang disetujui setelah proses book building dengan jangkauan antara Rp100-Rp120 per saham.
IPO ini mencakup penerbitan total 522,9 juta saham baru, atau setara 30% dari jumlah saham yang akan diterbitkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan harga final Rp120 per saham, total dana yang diraih mencapai sekitar Rp62,75 miliar. Dari total dana ini, sebanyak 35,66 miliar akan dialokasikan untuk melunasi pinjaman kepada Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Pan Indonesia (PNBN).
Sekitar 28,92% dari total dana yang diprioritaskan digunakan untuk membeli peralatan dan mesin, software, serta penambahan laboratorium biomolekuler. Sisanya, sekitar 8,51%, akan dialokasikan untuk modal kerja termasuk pembelian bahan baku, biaya R&D (product & development), dan promosi produk.
Dengan harga yang ditetapkan, IPO ini menguntungkan bagi perusahaan karena memanfaatkan sekitar 57% dari total dana IPO untuk pelunasan pinjaman. Ini juga menunjukkan minat yang kuat dari investor di pasar saham Indonesia dalam menyambut dan mendukung pertumbuhan bisnis Prodia Diagnostic Line.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** PRDL
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Rabu, 01 Juli 2026 06:00:00 WIB*