Pada hari itu, Brink’s saham turun sebesar 30% setelah perusahaan tersebut akuisisi NCR Atleos. Akuisisi ini mengekalkan potensi kenaikan harga hingga 110%. Hal ini disampaikan oleh Qfin Holdings, platform Credit-Tech berbasis AI dari China, dalam rapat umum tahunannya. Deloitte Touche Tohmatsu dan Certified Public Accountants LLP akan tetap menjalankan audit untuk Brink’s di masa mendatang. Dalam konteks lebih luas, penurunan harga saham ini juga disertai dengan ketidakstabilan pasar keuangan Indonesia, yang telah mencapai outflow dana asing sebesar Rp 85 triliun selama tahun ini. Pasar terus menunjukkan isu-isu seperti capital outflow dan penurunan harga saham menjadi fokus utama bagi pemerintah dan otoritas keuangan. Dalam konteks ini, prospek merger Brink’s dengan NCR Atleos tampaknya merupakan langkah yang signifikan untuk memperkuat posisi industri pengolahan dan produksi baja di Indonesia.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** BRK.N
*Tanggal Source Berita: Rabu, 01 Juli 2026 02:13:31 WIB*