Saham PT Bank Central Asia Tbk (BCAA) kembali memerah pada sesi perdagangan Selasa (30/6/2026), dengan anjlok sebesar 2,53% ke Rp 5.775 pasca saham tersebut menunjukkan gerakan net sell sebesar Rp 8,6 miliar di pukul 09.18 WIB. Ini setelah beberapa waktu lalu berbalik arah pada akhir perdagangan Senin (29/6/2026) dengan anjlok 4,05% ke Rp 5.925, di mana investor asing menjadi aktor pelemahan saham BCA melalui net sell besar sebesar Rp 423,63 miliar. Data dari aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan bahwa investor asing mencetak net sell sebesar Rp 322,8 miliar di perdagangan Selasa (30/6/2026). Dengan pengawasan yang lebih ketat terhadap saham BCA oleh investor dalam periode aksi beruntun ini, pergerakan harga saham tersebut telah menjadi incaran bagi pelaku pasar dan memicu pertanyaan tentang dampaknya pada kinerja perbankan swasta terafiliasi dengan Grup Djarum. Sementara itu, analis CGS International Sekuritas menetapkan support pertama BCA di level 5.833 dan kedua di level 5.742, sementara resistance pertama diperkirakan pada level 6.017 dengan dua resistance berikutnya di level 6.108 dan 6.292.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** BCAA
*Tanggal Source Berita: Selasa, 30 Juni 2026 09:19:47 WIB*