Dengan penundaan evaluasi oleh MSCI, diperkirakan akan terjadi penurunan penjualan bersih asing sebesar Rp 84 triliun di pasar saham reguler, mempengaruhi kepercayaan investor global dan dampak pada investasi ekuitas. Dua saham yang masuk radar perhatian BEI adalah MSJA dan BBRI. Pengumuman oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai penundaan evaluasi MSCI telah membawa dampak signifikan pada pasar saham reguler. Di sisi lain, dua saham ini melonjak dengan kenaikan mencapai 22,4% dan 15,7% masing-masing. Pergerakan tak wajar yang dilakukan oleh MSJA dan BBRI telah memicu BEI untuk mengambil tindakan pemantauan ketat terhadap kedua saham tersebut. Dengan penundaan ini, diperkirakan akan terjadi penurunan penjualan bersih asing sebesar Rp 84 triliun.
Pada Senin (29/6/2026), BEI memantau pergerakan Unusual Market Activity (UMA) terhadap dua saham emiten, antara lain PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) dan PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT). Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran peraturan. Namun, BEI melakukan pemantauan terhadap pergerakan harga dan transaksi yang tidak wajar. Dalam sebulan, saham FUJI melemah 26,9% dan sahamnya juga melorot 70,3% sejak awal tahun. Sedangkan, dalam sebulan, saham BHAT berani naik 156,7% dan sahamnya pun menanjak 62,5%.
Pada Senin (29/6/2026), BEI juga menerbitkan keterangan resmi mengenai penundaan evaluasi MSCI. Dengan demikian, kedua saham tersebut masuk radar perhatian BEI dan memperkuat sentimen positif terhadap mereka.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** MSJA, BBRI
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Senin, 29 Juni 2026 08:46:02 WIB*