MBMA Untung Besar, Dekati Rekor sebelum IPO

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Untuk Masuk dan Daftar akan kami arahkan ke laman Subscribe Investor Daily

JAKARTA, investor.id – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mampu membalikkan keadaan pada kuartal I-2026 dengan mendulang keuntungan besar mencapai US$29,94 juta atau ekuivalen Rp534 miliar (asumsi kurs Rp17.850 per US$) setelah merugi US$3,45 juta atau setara Rp61,7 miliar pada periode sama tahun buku 2025.

Keuntungan tersebut menjadi laba kuartalan tertinggi dalam perjalanan MBMA selepas menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada April 2023. Bahkan, keuntungan tersebut mulai mendekati rekor laba bersih perseroan sebelum IPO atau tepatnya pada semester I-2022 yang mencapai US$33,42 juta.

Kemampuan MBMA mengubah kerugian menjadi keuntungan ini perlu mendapat perhatian investor. Sebab selama tiga tahun terakhir, kinerja perseroan masih berfluktuasi. Sebagai contoh, pada Januari-Maret 2024, perseroan mencetak laba sebesar US$3,66 juta setelah buntung sebesar US$7 juta pada Januari-Maret 2023.

Namun, pada Januari-Maret 2025, MBMA kembali mencatatkan kerugian sebesar US$3,45 juta. Karena itu, capaian MBMA dengan menorehkan laba pada tiga bulan pertama 2026 ini merupakan permulaan yang baik untuk mengarungi kinerja tahun buku 2026 secara penuh. Terlebih lagi, pada periode Januari-Maret 2026, pendapatan usaha perseroan mulai menguat dan beban operasional lebih terkendali.

Merujuk pada laporan keuangan konsolidasian interim periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten nikel berkode saham MBMA tersebut membukukan pendapatan usaha sebesar US$455 juta, lebih tinggi ketimbang US$366 juta pada periode sama tahun lalu.

Kinerja pendapatan usaha tersebut ditopang oleh meningkatnya kontribusi penjualan nickel pig iron (NPI) atau bahan logam paduan besi MBMA kepada pihak ketiga dari sebelumnya US$188,7 juta menjadi US$208,1 juta.

Begitupun, penjualan bijih nikel limonit yang menguat menjadi US$96,9 juta dari sebelumnya US$31,8 juta. Sedangkan, penjualan nikel matte kepada pihak ketiga menurun dari US$134,7 juta menjadi US$123,6 juta.

Pada saat bersamaan, beban pokok pendapatan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini menurun dari US$347 juta menjadi US$330 juta, sehingga perseroan mengantongi laba kotor sebesar US$124,8 juta.

Sementara beban usaha naik seiring dengan meningkatnya pendapatan usaha. Tercatat, beban penjualan dan pemasaran bertambah dari US$1,06 juta menjadi US$1,3 juta pada kuartal I-2026. Diikuti, beban umum dan administrasi yang melonjak … [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Senin, 29 Juni 2026 12:30:00 WIB*