Pada Senin, 28 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sebesar 1,72 persen, mencapai level 5.896,13 dari level awal perdagangan. Perlahan-lahan, IHSG berbalik arah ke zona merah dalam sesi pertama perdagangan dan melemah sebanyak 1,62 persen, turun hingga 6.002,20 pada hari berikutnya. Volume perdagangan mencapai 12,23 miliar dengan nilai transaksi Rp 6,73 triliun dan total frekuensi saham yang ditransaksikan mencapai 190,48 juta.
Pada sesi pertama perdagangan Senin, 28 Juni 2026, IHSG melemah sebesar 1,72 persen. Sementara itu, pada hari berikutnya (Selasa, 29 Juni), IHSG berbalik arah dan turun sebanyak 1,62 persen ke level 6.002,20 dari awal perdagangan. Volume transaksi mencapai 12,23 miliar dengan nilai Rp 6,73 triliun dan total frekuensi saham yang ditransaksikan mencapai 190,48 juta.
Pergerakan ini disertai penurunan jual asing sebesar Rp3,19 triliun. Investor asing telah membukukan jual bebas bersih sebesar Rp449,83 miliar. Perlu dicatat bahwa saham bank dan tambang terkait memainkan peran sentimen negatif di pasar tersebut, dengan investor asing mencatat penjualan bersih atau net sell sebanyak 10 dari total 5 saham yang masuk dalam daftar Top Net Sell. Sementara itu, saham-saham terkait tambang dan barang baku mencatat pembelian bersih atau net buy sebanyak 3.
Sesuai data ini, PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), perusahaan yang terkait dengan industri pengolahan minyak bumi, telah mengungkap keterbukaan informasi sebesar Rp6 triliun pada Rabu, 24 Juni 2026. Ungkapan ini mencakup berbagai aspek bisnis dan operasional dari perusahaan tersebut.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** BANK, TAMBANG
*Tanggal Source Berita: Senin, 29 Juni 2026 14:10:00 WIB*