Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
BEI berharap semakin banyak perusahaan dari berbagai sektor, termasuk BUMN untuk menggelar penawaran umum perdana saham (IPO).
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik usai Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI, Jakarta, Senin (29/6). Validnews/Fitriana Monica Sari
JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik jumlah perusahaan tercatat (emiten) mencapai lebih dari 1.100 emiten pada 2030.
Hingga akhir tahun 2025, terdapat sebanyak 956 perusahaan yang sudah mencatatkan sahamnya di BEI melalui Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO).
Untuk mencapai target tersebut, BEI berharap semakin banyak perusahaan dari berbagai sektor, termasuk badan usaha milik negara (BUMN) untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO).
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan target tersebut merupakan bagian dari sasaran jangka panjang BEI hingga 2030.
Selain meningkatkan jumlah perusahaan tercatat, BEI juga membidik jumlah investor pasar modal lebih banyak, yakni mencapai 35 juta single investor identification (SID).
Baca Juga: Pipeline IPO BEI Menyusut Jadi 12 Perusahaan, Ini Penyebabnya!
BEI juga menargetkan rasio kapitalisasi pasar terhadap produk domestik bruto (PDB) di atas 83%.
“Target IPO di atas 1.100 perusahaan tercatat pada 2030. Untuk rinciannya akan kami sampaikan tahun per tahun. Hari ini yang kami sampaikan adalah targetnya lebih dari 1.100 perusahaan tercatat,” kata Jeffrey usai Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI, Jakarta, Senin (29/6).
Saat ditanya apakah target tersebut juga mengandalkan pencatatan saham BUMN, Jeffrey menjawab pihaknya berharap perusahaan dari seluruh sektor dan berbagai jenis usaha dapat memanfaatkan pasar modal.
“Ya, ada BUMN-nya juga. Tentu kami harapkan dari semua sektor dan semua jenis perusahaan,” tambah Jeffrey.
Baca Juga: BEI Buka Suara Soal Porsi IPO RANS Hanya 20%
Sementara itu, hingga 26 Juni 2026, BEI mencatat terdapat delapan perusahaan dalam antrean atau pipeline penawaran umum perdana saham.
Dari jumlah tersebut, enam perusahaan merupakan calon emiten beraset skala besar dengan total aset di atas Rp250 miliar.
Lalu, masing-masing satu perusahaan berasal dari kategori aset skala menengah, yakni Rp50-Rp250 miliar, serta aset skala kecil di bawah Rp50 miliar.
Silahkan login untuk memberikan komentarLoginatauDaftar
*Tanggal Source Berita: Senin, 29 Juni 2026 18:27:11 WIB*