Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
KABARBURSA.COM – UBS Sekuritas Indonesia dengan kode broker AK membukukan aksi jual bersih atau net sell tertinggi sebesar Rp649,4 miliar sepanjang pekan keempat Juni 2026. Data rekapitulasi perdagangan pasar reguler periode 22 hingga 26 Juni 2026 menunjukkan broker asing ini sangat aktif melakukan penataan ulang aset. Total nilai transaksi AK bertengger di posisi teratas bursa dengan akumulasi mencapai Rp15,9 triliun. Langkah divestasi portofolio berskala besar ini berfokus pada eksekusi distribusi beberapa saham berkapitalisasi pasar besar (big cap).Aksi pelepasan saham oleh sekuritas asal Swiss ini berpusat pada saham perbankan dan komoditas papan atas. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan kode emiten BMRI menjadi target distribusi utama dengan nilai penjualan mencapai Rp305,8 miliar. Tekanan jual harian pada BMRI berjalan masif dengan volume pelepasan aset sebanyak 743.736 lot saham pada harga penjualan rata-rata Rp4,051 per lembar. TMelihat data perdagangan harian khusus untuk saham BMRI, broker AK konsisten melakukan distribusi sepanjang pekan. Pada 22 Juni 2026, AK melepas BMRI dengan nilai bersih Rp47,4 miliar sebanyak 110,9 ribu lot pada harga rata-rata 4.263, saat saham ditutup minus 1,02 persen. Tekanan memuncak pada 23 Juni 2026 dengan net sell harian sebesar Rp173,3 miliar sebanyak 419,8 ribu lot di rerata 4.126 saat return turun 0.15 persen. Tren distribusi berlanjut pada 24 Juni senilai Rp50,8 miliar (rerata 4.045) dan sempat berbalik beli bersih tipis Rp9,3 miliar pada 25 Juni (rerata 4.013) sebelum ditutup dengan net sell Rp43,7 miliar pada 26 Juni harga rata-rata meski return saham naik 0,92 persen.Selain BMRI, emiten perbankan pelat merah lainnya yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) ikut dilepas. Broker AK mencatatkan nilai penjualan bersih harian yang konsisten pada BBRI dengan akumulasi akhir pekan sebesar Rp214,7 triliun. Total aset yang didistribusikan mencapai 753.592 lot saham dengan patokan harga jual rata-rata Rp2.868 per lembar saham. Sektor energi hulu berskala besar juga mencatatkan aksi buang portofolio yang cukup agresif oleh sekuritas berkode AK ini. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk dengan kode emiten DSSA menduduki posisi ketiga daftar distribusi dengan nilai penjualan Rp120,2 miliar. Pengurangan kepemilikan aset DSSA ini mencakup pelepasan kuantitas volume sebanyak 1,4 juta lot pada harga rata-rata Rp834 per lembar. Selain ketiga saham tersebut, AK juga melepas saham AMMN senilai Rp83,5 miliar dan… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Minggu, 28 Juni 2026 12:00:00 WIB*