Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Jakarta, Pintu News – OpenAI, perusahaan kecerdasan buatan terkemuka dunia, dikabarkan tengah mempertimbangkan ulang rencana penawaran saham perdana (IPO) setelah melihat gejolak besar yang terjadi pada debut publik SpaceX. Keputusan ini muncul di tengah keraguan pasar dan kekhawatiran investor, terutama setelah harga saham SpaceX (SPCX) mengalami fluktuasi tajam sejak melantai di bursa.
Para eksekutif OpenAI kini semakin berhati-hati, menimbang risiko yang mungkin terjadi jika IPO dilakukan dalam waktu dekat. Situasi ini menambah ketidakpastian di tengah euforia dan skeptisisme terhadap perusahaan teknologi raksasa yang sedang naik daun.
SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, resmi melantai di bursa pada 11 Juni 2026 dengan valuasi fantastis mencapai $75 miliar dan harga saham perdana $135 per lembar. Pada hari pertama perdagangan, saham SPCX langsung melonjak ke $150 dan sempat menyentuh puncak lebih dari $225 pada 17 Juni, mendorong kapitalisasi pasar SpaceX menembus $2 triliun.
Namun, kegembiraan itu tak bertahan lama, karena harga saham SpaceX kemudian anjlok tajam hingga turun 25-30% hanya dalam beberapa hari. Per 26 Juni, SPCX diperdagangkan di kisaran $152,86, nyaris kembali ke harga penawaran awal, menandakan betapa cepatnya sentimen pasar bisa berubah. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi para pemangku kepentingan di OpenAI.
BREAKING: OpenAI is now “leaning toward” pushing its IPO until 2027, per NYT.Details include:1. “Choppy” markets in recent weeks have led OpenAI to reconsider the timeline of the IPO2. The company is worried it may not find much enthusiasm from retail investors3. Advisors…
Mereka melihat bagaimana antusiasme pasar bisa berubah menjadi kepanikan dalam waktu singkat, terutama jika ekspektasi tidak terpenuhi. Volatilitas yang terjadi pada SpaceX menjadi cerminan risiko yang mungkin dihadapi OpenAI jika memaksakan IPO dalam waktu dekat. Banyak pihak menilai, pelajaran dari SpaceX harus dijadikan bahan evaluasi sebelum mengambil keputusan besar.
OpenAI diketahui telah mengajukan dokumen IPO secara rahasia ke SEC pada 8 Juni, namun menegaskan bahwa jadwal pelaksanaan masih sangat fleksibel. Salah satu eksekutif utama, Sarah Friar, dikabarkan mendorong agar IPO ditunda hingga 2027, dengan alasan kebutuhan investasi besar untuk infrastruktur komputasi dan tingginya pembakaran kas perusahaan.
Selain itu, menjadi perusahaan publik berarti harus siap dengan transparansi dan tekanan dari pasar, yang bisa membebani oper… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Minggu, 28 Juni 2026 09:48:13 WIB*